HukumKriminalNewsTeknologi

Bermaksud Investasi Para Mahasiswa Malah Tertipu dan Terjerat Tunggakan Pinjaman Online

Dr. Kurnia Zakaria, S.H., M.H.
(Kriminolog UI, Dosen UBK, dan Advokat)

Media Beritain | Kota Depok – Bermula dari para mahasiswa yang ditawari investasi kerjasama usaha penjualan online milik SAN dengan imbal hasil 10% per transaksi di toko onlinenya. Mahasiswa tidak perlu setor modal terlebih dahulu akan tetapi diberi talangan pinjaman dari kredit online (pinjaman online/Pinjol). Dan Pinjol beserta bunganya akan ditanggung SAN tetapi ternyata modus penipuan belaka, iming-iming terhadap korban.

Apalagi Pinjol dari perusahaan Pembiayaan Multi Finance sehingga mahasiswa tertipu perusahaan pinjol berkedok perusahaan Emiten Finance/Pialang/Broker.

Modus penipuan berkedok Toko Online mirip Shopee/Lazada/Bukalapak/Tokopedia dengan penjualan barang online yang disepakati seakan-akan barang yang dibeli korban diterima padahal tidak (fiktif) biasanya dalam bentuk barang konsumtif mahasiswa sendiri, uang pinjaman masuk ke rekening SAN sendiri.

Korban tercatat dari 333 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, sedangkan dari IPB University yang melapor ada 116 orang mahasiswa terjerat pinjol berkedok investasi yang dilakukan SAN dimana SAN telah diduga mendapatkan 2.1 milyar rupiah.

SAN diduga melakukan tindak pidana pasal 45 A ayat (1) jo pasal 28 ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No.11 Tahun 2018 tentang Informasi Transaksi Elektronik dan pasal 378 KUHP tentang Penipuan jo pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

SAN bermotif adalah pertama kali mengontak SN melalui Kating (kakak tingkat) di IPB bersedia menjadi sponsor project campus asal Sn bersama-sama teman-temannya ikut bisnis investasi yang ditawarkan dengan membeli barang-barang dari akun aplikasi e market place/online shop dan pembayaran melalui pinjaman dari finance.

SAN akan menalangi terlebih dahulu kredit tetapi prosedurnya seakan-akan SN dan teman-temannya meminjam kredit melalui perusahaan Fintech, lalu keuntungan 10% diberikan kepada SN sebagai sumbangan project campus, SN sendiri meminjam ke Pinjol hingga 14 juta rupiah, selama bulan Agustus-November 2022, akan tetapi akhirnya SN tersadar menjadi korban penipuan setelah merasa diteror debt collector Pinjol karena belum mencicil utangnya, sedangkan SN sendiri belum terima 14 juta rupiah apalagi terima hasil imbal hasil keuntungan 10% itu dari SAN.

Sedangkan ternyata korban bukan hanya SN saja tapi ada 333 orang mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi sekitar Bogor dan mungkin ada diberbagai kota lainnya.

Mengapa Mahasiswa kok bisa tertipu karena mungkin pelaku Wanita serta dikenalkan Kakak Tingkat (Senior), serta banyak teman yang tertarik bercerita dapat keuntungan imbal hasil 10% tiap bulannya tanpa modal sejak awal Januari-Juli 2022, tetapi bulan Agustus 2022 macet dan awam tentang Finansial teknologi sendiri.

Seharusnya mahasiswa harus tahu info Pinjaman Online melalui :

Website Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
http://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/financialtechnology/Default.aspx
http://www.ojk.go.id pilih menu IKNB pilih FinTech

WhatsApp OJK
No. WA. 081-157-157-157 ketik nama perusahaan PINJOL kemudian kirim kirim pesan
Telepon 157 atau

email: waspadainvestasi@ojk.go.id

Perusahaan Pinjol harus terdaftar/bergabung menjadi anggota ASOSIASI FINTECH PENDANAAN BERSAMA INDONESIA (AFPI).

OJK sendiri bulan Oktober 2022 telah membekukan 88 badan usaha Pinjol Ilegal sedangkan di bulan September 2022 kembali membekukan 105 badan usaha Pinjol.

Sedangkan di bulan November memproses pembekuan 102 badan usaha Pinjol.

Satgas Waspada Investasi sendiri selama tahun 2018-2021 mencatat ada sekitar 3.365 badan usaha Pinjol Ilegal.

OJK menyarankan mahasiswa jika minjam melalui Pinjol ada 5 perusahaan Fintech yang layak :

1. Kredit Pintar
2. Kredivo
3. KTA Kilat
4. AdaKami
5. DanaRupiah

Mahasiswa JANGAN MUDAH PINJAMKAN HP DAN KTP/KTM kepaada siapapun tanpa alasan yang jelas.

Sedangkan untuk perusahaan Pinjol itu sendiri diatur dalam Peraturan OJK No.77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Finansial Teknologi) dan POJK No.13 Tahun 2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di sektor Jasa Keuangan.

Pinjaman Online LEGAL CIRINYA BUNGA HARIAN MAKSIMAL 0.8% PER BULAN dan berdasarkan Pasal 1250 KUHPerdata jo Lembaga Negara No.22/1948 yaitu 6% per tahun.

Mahasiswa tahu bahwa Pinjaman Online di Perusahaan Finasial Teknologi berbeda dengan Pinjaman Leading melalui Perusahaan Pembiayaaan karena jenis Pinjol adalah :
Peer to Peer Lending atau Ground Founding.

Sebuah market place yang digunakan mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman yang merupakan perseorangan dengan prosedur lebih sederhana dan tidak rumit tanpa agunan, dapat diselesaikan proses akan paling lambat seminggu (5 hari kerja) proses akad kreditnya cukup kirim foto kopi KTP berwarna dalam bentuk ke WA dengan pinjaman maksimal 1 juta hingga 20 juta rupiah dan bunga berjangka tetapi bersifat bunga buku (harian) dan kompetitif dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja karena lewat kemudahan smartphone.

Market Aggregator

Sebuah situs yang menyajikan berbagai informasi terkait keuangan kepada pengguna dengan memberikan perbandingan berupa layanan asuransi, investasi, kartu kredit, dan layanan keuangan lainnya.
Risk and Investment Management Fintech yang berfungsi untuk mengatur rencana keuangan untuk berbagai kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang seperti konsultan perencana keuangan.

Payment, Settlement, and Clearing

Fintech yang dipergunakan untuk melakukan transaksi keuangan secara online tanpa transaksi tunai.

Perlindungan Hukum Nasabah Finansial teknologi ini diatur dalam Pasal 30-37 POJK No.77 Tahun 2016 dan Pasal 4 UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 45 ayat (3) UU No.19 Tahun 2016 tentang UU Perubahan UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi Elektronik.

Comment here

RSS5k
Facebook76k
Twitter27k
Pinterest6k
LinkedIn10k
Share
Instagram30k
Telegram29k
WhatsApp97k
× Hotline Beritain