DaerahEkonomiHukumKriminalNews

PT.BPST (BUMD) Sulawesi Tengah Laporkan Dugaan Penggelapan Dana Perusahaan Rp1,7 Milyar Lebih ke Polisi

Beritain | Palu, Sulawesi Tengah – Akibat di somasi oleh PT. Trinitan, jajaran Pengurus Baru PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah (BUMD)
laporkan dugaan penggelapan dana perusahaan Rp1,7 Miliar yang dilakukan pengurus lama PT. BPST ke Polisi @yanmas_reskrim
@DivHumas_Polri

Jajaran Pengurus PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST) melalui kuasa hukumnya melaporkan adanya dugaan penyalahgunaan dana perusahaan oleh beberapa pengurus perusahaan pengelola kawasan ekonomi khusus (KEK) itu ke pihak kepolisian.

Pelaporan itu bermula saat PT. BPST mendapat somasi dari salah satu tenant yang ada di KEK yakni PT. Trinitan Resoucetama Indonesia hal ini karena PT. Trinitan meminta laporan pertanggungjawaban dari sejumlah uang yang mereka sudah transfer ke PT. BPST.

Komisaris Utama PT. BPST, Nesbastiansyah Nazsir yang diminta konfirmasi perihal somasi itu membenarkan adanya surat somasi dari Trinitan ke BPST, kemudian meminta direksi BPST yang baru untuk mencari tahu apa yang membuat pengelola KEK itu dianggap berhutang kepada PT. Trinitan.

“Kami sebagai pengurus baru menganggap PT. BPST tidak memiliki sangkutan hutang kepada PT. Trinitan, sehingga kami merasa perlu untuk dilakukan penyelidikan,” kata Nesbastiansyah Nazsir, Senin (8/8/2022).

Nesbastiansyah Nazsir mengatakan, apa yang disomasikan oleh PT. Trinitan itu tidak ada dalam pembukuan PT. BPST, oleh karenanya pengurus PT. BPST yang baru pun tidak mengenal transaksi seperti yang disebutkan PT. Trinitan dalam somasinya.

Dalam somasi PT. Trinitan disebutkan, bahwa mereka sudah menyerahkan uang dengan nilai lebih dari Rp1,7 Miliar ke PT. BPST. Uang itu ditransfer dengan enam tahap ke rekening BCA atas nama PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah.

Dan memang setelah di-cross check ke BCA Cabang Palu, mereka membenarkan nomor rekening itu atas nama BPST. Namun, rekening tersebut tidak pernah dilaporkan dalam pembukuan oleh pengurus lama BPST sehingga sebagai pengurus yang baru benar-benar tidak mengenal nomor rekening itu.

Kemudian menindaklanjuti temuan rekening BCA tersebut, ternyata masih ditemukan pula rekening Bank Mandiri atas nama PT. Bangun Palu Sulawesi Tengah, yang juga dalam pembukuan PT.BPST tidak pernah dilaporkan mengenai aliran dana keluar masuk.

Sehingga lanjutnya, pengurus baru PT. BPST menunjuk kuasa hukum yakni Indah Sariwati, SH., MKn dan Tariyanto, SH. untuk melaporkan adanya dugaan transaksi ilegal itu ke Mabes Polri @DivHumas_Polri
, KPK @KPK_RI dan Kejaksaan
@KejaksaanRI.

“Dugaan adanya transaksi ilegal ini juga sudah dilaporkan oleh Dirut PT. BPST yang baru kepada Bapak Walikota sebagai Shareholders dari PT. BPST, dan Shareholders meminta agar supaya Komisaris Utama melakukan tindak lanjut atas dugaan adanya tindak pidana dimaksud,” tandasnya.

Dalam dokumen Laporan Keuangan Tahunan PT. BPST tahun 2020 yang diterima oleh Redaksi Media Beritain, hanya tercantum rekening BNI saja, sedangkan PT. Trinitan mentransfernya beberapa kali ke rekening BCA a/n PT. BPST pada kurun waktu tahun 2020, dengan rincian sebagai berikut :

  1. 19/10/2020
    Rp. 200.000.000,-
  2. 27/11/2020 Rp. 375.000.000,-
  3. 30/11/2020 Rp. 89.000.000,-
  4. 11/12/2020 Rp. 165.000.000,-
  5. 11/12/2020 Rp. 92.362.100,-
  6. 21/12/2020 Rp. 850.000.000,-

Dana yang telah ditransfer PT. Trinitan kepada PT. BPST total
Rp. 1,771,362,100.

Aliran dana sebesar Rp1,7 miliar lebih yang mengalir ke rekening BCA PT. BPST inilah yang jadi pokok perkara adanya dugaan penyalahgunaan atau penggelapan pada keuangan perusahaan di BUMD PT. BPST, maka sudah sepatutnya penegak hukum bergerak cepat untuk memproses kasus ini.

Comment here

RSS5k
Facebook76k
Twitter27k
Pinterest6k
LinkedIn10k
Share
Instagram30k
Telegram29k
WhatsApp97k
× Hotline Beritain