InternasionalNewsPendidikanReligiTeknologi

Muhammadiyah Rilis Hasil Hisab untuk Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Islam

Beritain.co | Kota Depok – Sebentar lagi ummat muslim di Indonesia akan melaksanakan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan, ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, akan menggelar ibadah puasa yang lebih dulu telah ditetapkan sejak beberapa pekan yang lalu.

Umat muslim di seluruh dunia khususnya di Indonesia akan menjalankan ibadah wajib yakni berpuasa pada bulan Ramadhan tahun ini dan menjadi salah satu ibadah yang disebutkan dalam Rukun Islam.

Kerap terjadi perbedaan penentuan awal 1 Ramadhan antara pemerintah, Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama atau NU. Bagaimana di tahun 2022 ini?

Seperti diberitakan sebelumnya salah satu yang ditunggu-tunggu jelang bulan mulia ini adalah penetapan tanggal 1 Ramadhan di tahun 2022, baik itu versi pemerintah, Muhammadiyah maupun NU.


Dikutip dari keterangan resminya di Instagram, sedikitnya ada lima prosesi ibadah yang telah ditetapkan, mulai dari ibadah puasa hingga perayaan Idul Adha.

Dalam rilis pernyataan resminya, 1 Ramadhan 1443 Hijriyah jatuh pada tanggal 2 April 2022. Kemudian masuk Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal 1443 Hijriyah atau tepatnya pada tanggal 2 Mei 2022.

Kemudian, 1 Zulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada tanggal 30 Juni 2022. Lalu hari arafah pada 9 Zulhijjah 1443 Hijriyah atau pada tanggal 8 Juli 2022. Dan perayaan Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada tanggal 9 Juli 2022.

Penetapan ini telah diputuskan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 01/MLM/I.0/E/2022. Sementara untuk pemerintah, sejauh ini belum ada kabar penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriyah.

Dikutip dari media, Kemenag akan mengadakan sidang isbat yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni:

1. Pemaparan posisi hilal awal Ramadhan 1443 H oleh anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag.

2. Sidang isbat awal Ramadhan yang akan digelar setelah Shalat Maghrib.

3. Konferensi pers hasil sidang isbat oleh Menteri Agama.

Cara Penentuan Awal Ramadhan

Indonesia menggunakan metode Hisab dan Rukyat dalam menentukan awal bulan pada Kalender Hijriah, karena berbasiskan pada peredaran bulan.
Sementara, Rukyat adalah aktivitas pengamatan visibilitas hilal (bulan sabit) saat Matahari terbenam menjelang awal bulan di kalender Hijriah.

Metode ini digunakan guna menentukan awal bulan Dzulhijjah, Ramadhan, dan Syawal.

Kemenag bekerja sama dengan organisasi masyarakat Islam, pakar BMKG, pakar Lapan, dan pondok pesantren yang telah melakukan penghitungan di wilayahnya untuk menghindari terjadinya “salah lihat“.

Jika tinggi hilal berada di bawah 2 atau 4 derajat, maka kemungkinan objek yang dilihat bukan hilal, melainkan bintang, lampu kapal, atau objek lainnya.

Hilal bisa dilihat dengan ketinggian minimal 2 derajat, elongasi (jarak sudut matahari-bulan) 3 derajat, dan umur minimal 8 jam saat ijtima.

Demikian metode penentuan tanggal 1 Ramadhan 2022 versi Muhammadiyah, NU dan juga pemerintah melalui Kemenag.

Comment here

RSS5k
Facebook76k
Twitter27k
Pinterest6k
LinkedIn10k
Share
Instagram30k
Telegram29k
WhatsApp97k
× Hotline Beritain