HukumInspirasiNewsPendidikanSosial PolitikSuara Rakyat

KPK: Jurnalis Punya Tanggung Jawab untuk Berantas Korupsi

Beritain.co | Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi gelar diskusi melalui Chanel YouTube KPK kemarin, bersama Dwi Aprilia Linda, strategi dalam penindakan dan pencegahan korupsi KPK sejak awal 2016 selalu mengevaluasi optimalisasi dalam penertiban aset negara.

“Dari hasil tersebut, ditemukannya sebanyak 8 titik rawan korupsi di pemerintahan daerah. Selanjutnya ada 8 area intervensi untuk melakukan perbaikan tata kelola pemerintahan,” kata Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Dwi Aprilia Linda. Jakarta (24/07/21).

Diwilayah 8 area intervensi tersebut, ada 34 indikator yang masing-masing memiliki bobot untuk menilai suatu daerah, dan untuk mendorong pemerintah daerah melakukan pemutakhiran basis data.

“Seringkali kami alami hambatan yaitu kurangnya komitmen kepala daerah dalam pengamanan dan penertiban aset negara, pengendalian dan pengawasan aset, dan sengaja untuk kepentingan pribadi,” ungkap Dwi Aprilia Linda.

Sementara dalam gelaran Diskusi Media tersebut, ikut hadir, Andi Harun menyampaikan, bahwa daerahnya telah mengupayakan untuk pengembalian sejumlah aset negara.

“Untuk menangani kerawanan aset, pemerintah daerah lakukan inventarisasi aset, penilaian aset, dan optimalisasi aset, pengembangan sistem informasi, dan monitoring aset,” ujar Walikota Samarinda, Andi Harun.

Kesempatan yang sama, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Kota Makassar mengatakan, bahwa jurnalis berperan untuk kepentingan publik investigasi yang dilakukan haruslah independen tanpa ada kepentingan, dan sangat penting dalam visi KPK dalam pemberantasan korupsi.

Untuk itu KPK gandeng media untuk berkolaborasi, dimana media berfungsi sebagai alat kontrol sangatlah penting, di dalam penyebaran informasi baik pemerintah pusat, daerah yang ada di seluruh Indonesia.

Comment here

RSS5k
Facebook76k
Twitter27k
Pinterest6k
LinkedIn10k
Share
Instagram30k
Telegram29k
WhatsApp97k
× Hotline Beritain