Proyek PLTU Batang Masuk Tahap Pemasangan Struktur Baja Boiler



Jakarta – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang, 2×1.000 MW telah mencapai 30%. Hari ini, telah dilakukan pemasangan struktur baja pada bangunan boiler.

Presiden Direktur BPI Takashi Irie usai memantau pemasangan struktur baja menjelaskan, dengan dimulainya pemasangan ini, menandakan dimulainya pekerjaan konstruksi struktur baja pada boiler.

“Pemasangan struktur baja pada boiler ini juga menunjukkan kemajuan proyek PLTU. Hingga akhir 2017, tercapai 30%,” jelasnya ditemui di lokasi, Selasa (12/12/2017).

Dikatakannya, mulai tahun depan, dia pede aktivitas konstruksi akan semakin pesat.

Sebelum dilakukan pemasangan struktur baja tersebut, dilakukan dua acara ritual, yakni doa yang dilakukan secara Islam yang dipimpin oleh tokoh agama dan juga dengan budaya Jepang. Ritual ala Jepang ini dilakukan dengan cara membungkuk, memberi hormat serta bertepuk tangan.

“Kedua ritual ini dilakukan untuk menghargai masing-masing budaya dan kebiasaan budaya yang berbeda,” kata Takashi Irie.

PLTU Jawa Tengah 2 x 1,000 MW merupakan proyek infrastruktur pertama, kerjasama Pemerintah Swasta atau dibangun dengan skema Public-Private Partnership (“PPP”) serta menjadi bagian dari Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang akan menjadi lokomotif dalam perkembangan ekonomi Jawa.
PLTU Jawa Tengah ini akan menggunakan teknologi terkini yang lebih ramah lingkungan dan efisien, Ultra Super Critical.

Ditambahkan Sekda Provinsi Jawa Tengah, yakni Sri Puryono yang turut hadir dalam acara tersebut, pihaknya berharap agar keberadaan proyek PLTU Batang, juga fokus pada pemberdayaan masyarakat setempat dan pelestarian lingkungan.

“Proyek ini harus terus berjalan untuk ketersediaan listrik Jawa Bali, namun juga harus fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.” kata Sri

Sementara itu, Bupati Batang, Wihaji meminta kepada pelaksana pembangunan PLTU untuk menjalin kerjasama dengan dengan baik antara pemerintah daerah masyarakat.

“Kami berharap dengan pembangunan PLTU apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terakomodir untuk bisa menjalin komunikasi dan koordinasi,” Kata Wihaji.
PLTU 2 x 1000 MW di Ujungnegoro Kabupaten Batang sendiri sedianya mulai dibangun tahun 2012. Namun, karena ada permasalahan teknis pro-kontra keberadaan PLTU, baru bisa di mulai pembangunan pada bulan Juni 2016. Untuk Pembangunan PLTU Batang Unit I memakan waktu 48 bulan sejak proyek di mulai Juni 2016 dan untuk Unit II selesai 6 bulan kemudian.

(zlf/zlf)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *