Di HUT Uni Emirat Arab, Sri Mulyani: UEA Investasi 80 Proyek di RI



Jakarta – Indonesia dan Uni Emirate Arab (UEA) telah menjalin hubungan kerja sama yang erat di berbagai sektor. Hal itu menjadikan kedua negara memiliki hubungan yang cukup erat.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan UEA ke 46 di Hotel Ritz Calton, Mega Kuningan, Jakarta, Senin (4/11/2017).

“Saya ucapkan terima kasih telah turut mengundang saya untuk menghadiri acara hari perayaan Kemerdekaan negara Uni Emirate Arab ke 46. Saya senang hari ini punya kesempatan untuk berbagai kebahagiaan masyarakat UEA di berbagai kalangan. Atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia, saya ucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat UEA, dalam perayaan hari kemerdekaan yang ke 46,” kata Sri Mulyani dalam sambutannya di lokasi.

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani memaparkan berbagai kerja sama yang telah dijalin sejak lama antara Indonesia dengan UEA. Adapun kerja sama yang dijalin mulai dari investasi, politik, perdagangan, hingga budaya.

“Sejak berdirinya hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab pada 1976, kedua negara telah menikmati hubungan yang dekat dalam kerja sama di bidang politik, budaya, perdagangan, investasi, dan berbagai kerja sama lainnya. Jika saya harus menjelaskan, hubungan kerja sama kedua negara dalam satu kata, persaudaraan merupakan kata yang tepat bagi saya,” jelasnya.

Di sektor ekonomi ke depannya, Sri Mulyani optimistis kedua negara dapat menjalin kerja sama yang lebih besar dari yang sebelumnya. Di mana kedua negara telah melewati masa sulit pada perekonomian dunia yang sempat bergejolak.

“Saya akan berbagi pandangan optimistis tentang aspek penting dari hubungan bilateral Indonesia dan UEA. Kami semua mengalami penurunan pada nilai perdagangan pada tahun 2016 menjadi sekitar US$ 2,9 miliar dari US$ 3,3 miliar di tahun sebelumnya. Saya optimistis bahwa pada akhir 2017, kita akan mencapai nilai perdagangan total yang lebih besar nilainya dari tahun 2016,” jelasnya.

“Saya benar-benar berharap tahun ini juga akan melampaui nilai di 2015. Kita melihat bahwa kedua negara sekarang pulih dari penurunan harga komoditas. Saya senang mengetahui bahwa UEA menginvestasikan sekitar US$ 55 juta di 80 proyek di Indonesia. Nilai itu meningkat dari investasi US$ 19,25 juta dolar yang dibuat UEA pada tahun 2015,” sambung Sri Mulyani.

Peningkatan kerja sama

Oleh sebab itu Sri Mulyani optimistis kerja sama di sektor ekonomi kedua negara bisa terus meningkat.

“Saya percaya bahwa ini merupakam hal yang kecil untuk mewakili besarnya kedua negara. Saya percaya kita bisa membuat yang lebih baik dari ini,” katanya.

Selain di sektor investasi, Sri Mulyani juga mengatakan kerja sama di sektor pariwisata juga menjadi hal yang penting. Sebab, jumlah turis dari UEA terus mengalami peningkatan setiap tahunnya ke Indonesia.

Sri Mulyani juga mengatakan, kedua negara juga bisa mengembangkan kerja sama di sektor lainnya. Mulai dari energi, infrastruktur, transportasi, pertanian hingga kelautan dan perikanan.

“Kami senang melihat bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan UEA telah meningkat pada tahun 2017 dengan menyelesaikan berbagai kerja sama kedua negara. Salah satunya ialah kesepakatan untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga surya di Jawa Barat,” katanya.

“Dengan semua potensi kerja sama tersebut akan memiliki hubungan bilateral yang jauh lebih kuat dalam waktu dekat, baik pemerintah maupun masyarakat kedua negara memiliki hasil yang sama serta komitmen untuk bekerja sama mewujudkan aspirasi dan kenyataan untuk kemajuan dua negara,” pungkasnya. (hns/hns)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *