Gubernur BI: Rupiah Masih Ada Kecenderungan Melemah



Washington – Nilai tukar rupiah masih ada kecenderungan melemah hingga tahun depan. Untuk sekarang dolar Amerika Serikat (AS) bertengger di sekitar level Rp 13.400 dan 13.500.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di Kantor Pusat International Monetary Fund (IMF), Washington, seperti dikutip Selasa (17/10/2017).

Tahun depan BI mengasumsikan dolar AS di level Rp 13.400-Rp 13.600. Pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS, pada dasarnya terjadi karena posisi transaksi berjalan yang defisit. Di samping itu juga, Indonesia yang masih membutuhkan dana dari negara lain untuk perputaran ekonomi di dalam negeri.

“Nilai tukar ada kecenderungan melemah, karena transaksi berjalan kita defisit, dan kita masih tergantung dana luar yang masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Posisi defisit pada transaksi berjalan, kata Agus terjadi sejak 2012. Saat harga komoditas mulai turun dan memukul ekspor Indonesia. Pada saat yang sama, impor melonjak drastis.

“Kalau defisit, kebutuhan akan valas (valuta asing) lebih besar tentu ada tekanan ke nilai tukar. Idealnya kita harus surplus,” terang Agus.

Dari 5 negara Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, Indonesia yang masih mengalami defisit transaksi berjalan. Meskipun, sudah lebih baik dari 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II-2013, hingga sekarang di bawah 2%.

“Kita masih belum terlalu kuat,” imbuhnya.

Indonesia yang masih bergantung pada dana asing menimbulkan risiko yang cukup besar. Antara lain, perubahan arah kebijakan di negara maju atau gejolak di dalam negeri, bisa mendorong dana kabur dari Indonesia.

Seperti beberapa waktu lalu saat diumumkannya rencana pajak oleh Presiden AS Donald Trump dan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) di akhir tahun.

“Jadi sulit punya nilai tukar menguat, apalagi kalau tidak bisa menjaga dana asing masuk ke Indonesia,” ujarnya. (mkj/wdl)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *