INSOMNIA: Upaya Pria Ini Pertahankan Cintanya Berakhir di Penjara




KARANGANYAR – Niat DEP (22) warga Karanganyar, Jawa Tengah untuk mempertahankan hubungan cintanya dengan AS, seorang dara asal Sragen pupus sudah. Pasalnya DEP harus rela habiskan waktunya di balik terali besi untuk beberapa tahun ke depan.

DEP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena dengan sengaja mengunggah foto tanpa busana sang mantan kekasih AS ke media sosial Twitter. Pemicu perbuatan nekat DEP karena sakit hati dan kecewa pada korban (AS) karena diputuskan secara sepihak.

Sebelumnya antara DEP dan AS saling bertemu dan berkenalan. Melihat ada kecocokan antara dua insan berlainan jenis ini akhirnya sepakat menjalin hubungan asmara selama beberapa waktu lamanya. Pada awalnya hubungan keduanya berjalan lancar dan tidak ada percekcokan yang berarti. Namun berjalan seiring waktu hubungan keduanya menjadi tidak harmonis lagi.

Segala cara dan upaya dilakukan oleh pelaku agar bisa mempertahankan hubungannya dengan korban. Namun, nampaknya korban sudah berketetapan untuk berpisah karena sudah tidak ada lagi kecocokan antara keduanya sehingga sulit untuk dipertahankan.

Dilandasi rasa kecewa dan sakit hati niatnya untuk mempertahankan ditolak mentah-mentah oleh sang mantan, akhirnya pelaku bertindak nekat dengan mengunggah foto korban dalam keadaan tanpa busana ke media sosial. Pelaku sengaja membuat akun Twitter dan mengupload foto korban ke media sosial.

Merasa malu dan kecewa melihat foto pribadi dirinya yang tidak layak untuk konsumsi publik, akhirnya korban melaporkan kasus yang menimpanya ke Satreskrim Polres Karanganyar. Korban merasa dirugikan oleh tindakan nekat pelaku yang secara sengaja mempermalukan dirinya.

Kejadian temuan unggahan foto korban di media sosial tanpa mengenakan busana, diketahui pada Kamis (14/9/2017) dan baru dilaporkan pada Kamis (28/9/2017).

“Korban menemukan sebuah akun di media sosial atas namanya dan disitu didapati gambar-gambar yang berbau pornografi. Sehingga korban akhirnya melapor ke Satreskrim Polres Karanganyar,” jelas Wakapolres Karangnyar Kompol Prawoko, Rabu (11/10/2017).

Atas laporan korban, tim Satreskrim Polres Karanganyar langsung bertindak cepat melakukan penyidikan, hingga akhirnya penyidikan mengarah pada satu nama yakni DEP yang diketahui keberadaanya dan di Solo. Pelaku sendiri berhasil diamankan pada hari ini Rabu (11/10/2017).

Beberapa barang bukti juga ikut disita petugas, diantaranya satu unit handphone merek Blackberry tipe 9320, satu unit Xiaomi warna hitan, satu unit Oppo A37f, selendang, seprai, dan 24 screen shoot atau tangkapan layar dari hape salah satu saksi.

Pelaku dikenakan Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 19 Tahun 2016 Perubahan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Tindak Pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ancaman hukuman enam tahun kurungan ataupun denda Rp. 1 miliar,” pungkasnya.

(kha)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *