Gunung Agung akan Lewati Tiga Tahapan Erupsi

VIVA.co.id – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menjelaskan tiga tipe erupsi gunung api, termasuk Gunung Agung. Tak ada yang khusus dari Gunung Agung karena semua gunung api pasti melewati tahapan erupsi preatik, preato-magmatis, dan magmatis.

PVMBG sejauh ini masih memantau tahapan magmatisnya karena kegempaannya cukup tinggi. Maka letusan Gunung Agung dikategorikan magmatis.




Erupsi jenis preatik jika terdapat unsur air di bawah kawah maka diprediksi letusannya tak terlalu besar. Kini Gunung Agung mulai dimasuki air hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Jenis preatik berarti ada air di bawah kawah yang kemungkinan letusannya tidak besar. Namun preatik adalah erupsi pendahuluan sebelum memasuki tahap erupsi preato-magmatis dan magmatis.

“Preatik itu merupakan pendahuluan dari letusan magmatis. Jadi urutannya preatik dulu, preato-magmatis baru magmatis,” kata Kepala PVMBG, I Gede Suantika, di Pos Pengamatan Gunung Api Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, pada Minggu, 8 Oktober 2017.

Hampir semua gunung api jika meletus diawali letusan preatik. Kemudian diikuti preato-magmatis sebagai merupakan campuran preatik dan magmatis, lalu disusul yang lebih besar, yaitu magmatis.

Preatik pada dasarnya hanya pembuka sebelum letusan-letusan yang lebih besar. Namun peristiwa asap yang membumbung setinggi 1,5 kilometer di Gunung Agung pada Sabtu malam sebenarnya bukan letusan preatik, melainkan aktivitas sulfatara.

PVMBG akan menyatakan Gunung Agung erupsi jika terdapat material abu berhamburan yang dimuntahkan gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu. Sedangkan yang terjadi pada Sabtu malam bukan material abu tetapi uap air. (ren)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *