Hujan Abu, Ribuan Warga Desa Sebudi Ngungsi ke Banjar Rendang



Metrotvnews.com, Karangasem: Status Gunung Agung mengalami peningkatan dari waspada menjadi siaga sekira pukul 21.00 Wita, Senin 18 September 2017. Gunung tertinggi di Pulau Bali itu sempat mengeluarkan hujan abu sekira pukul 22.00 Wita dan bau belerangnya cukup menyengat.

Tepat pada pukul 19.00 Wita terjadi gempa di Gunung Agung sebesar 3.2 SR dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut dirasakan oleh masyarakat Karangasem terutama yang bermukim di wilayah Desa Sebudi. Warga lantas panik dan berhamburan ke luar rumah dan mereka berkumpul di Banjar Rendang untuk menyelamatkan diri.

Bupati Mas Sumantri di tengah pengungsi/MTVN/Raiza Andini.

Mendapatkan informasi ribuan warga telah mengungsi, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri beserta Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa beserta stafnya dan juga tim dari BPBD Karangasem langsung memantau warga di Banjar Rendang.

Bupati Mas Sumatri membenarkan bahwa telah terjadi hujan abu dalam radius enam kilometer dari kawah Gunung Agung. Dia juga mengatakan bau belerang juga telah tercium cukup menyengat.

"Hujan abunya memang sudah dirasakan sama masyarakat dan bau belerangnya juga sudah tercium lumayan keras, dalam radius enam kilo," ungkap Mas Sumatri di Banjar Rendang, Selasa 19 September 2017.

Dia menambahkan, warga tidak berani untuk bermukim di rumahnya masing-masing dan semua harta benda mereka ditinggal di rumah untuk menyelamatkan diri lantaran gempa cukup keras dan hujan abu telah turun.

"Mereka mengingat tahun 1963 sehingga masyarakat beduyun-duyun sampai ada beberapa desa yang ngungsi di Rendang, Denpasar dan Polres Klugkung. sSeluruhnya ada seribuan orang mulai mengungsi," tambahnya.

Bupati Mas Sumatri menyiapkan segala keperluan dari dapur umum hingga selimut dan MCK untuk warga.

Pihaknya berharap status Gunung Agung tidak terus meningkat sehingga masyarakat Karangasem dapat beraktivitas seperti sedia kala.

"Semoga ini tidak berlanjut dan meningkat. Kami beri space dua hari untuk mereka menghilangkan trauma," pungkas dia.



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *