Razman Meminta Jonru Berhenti Membuat Postingan, Memang Bisa?


Razman Arif Nasution bersedia menjadi kuasa hukum Jonru Ginting dalam kasus ujaran kebencian dengan satu syarat. Jonru harus bersikap kooperatif serta tidak lagi mem-posting hal-hal yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat.

“Kalau Jonru tidak terbuka dan banyak posting yang tidak perlu. Saya ingatkan beliau jangan menimbulkan ketidaknyamanan banyak pihak. Kalau itu dilanggar, saya akan mengundurkan diri,” ucap Razman ketika dihubungi detikcom, Senin (4/9/2017).

Syarat itu diberikan Razman agar masalah tidak berlarut dan menambah banyak laporan baru. Hal itu, menurut Razman, bisa membuat kasus ini susah ditangani.

“Supaya posting-an jangan terlalu mudah dideskripsikan orang sehingga menambah laporan. Yang sudah terjadi, ini yang kita hadapi. Bahasanya kalau ada 90 yang melapor, repot juga,” kata Razman.

Membaca berita itu saya langsung terpikirkan dua hal :

1. Sebenarnya ini Razman yang dimintai bantuan oleh Jonru untuk menangangi kasusnya, atau ada pengacara besar yang siap membantu Jonru mengatasi kasusnya? Itu berbeda loh ya
Jika Jonru yang meminta bantuan maka ucapannya bahwa ada seorang pengacara besar yang siap membelanya hanya hisapan jempol belaka
2. Razman meminta Jonru berhenti membuat postingan, Memang Bisa?

Kita masih ingat betul, sehari setelah acara ILC Jonru melalui Fanspage FB nya menyatakan bahwa dia tidak takut menghadapi laporan yang ada, justru dia merasa siap dilaporkan dan dengan bangga menyatakan bahwa ada pengacara besar yang siap mendampinginya. Dan sekarang kita semua mengetahui bersama ternyata pengacara yang dimaksud bukanlah seorang pengacara besar sebagaimana yang dia ceritakan di media sosial.

Menanggapi kicauan Razman yang mengatakan bahwa dia mau menjadi pengacara Jonru asalkan Jonru Ginting berhenti membuat postingan di FB pribadinya, dia ingin Jonru memilih fokus menghadapi kasusnya terlebih dahulu daripada harus memposting di FB apalagi jika postingan yang dimaksud berpotensi untuk membuat laporan-laporan lanjutan
.
Tentu saja Jonru bingung jika harus menerima persyaratan seorang Razman, jika dia berhenti membuat postingan maka semua orang akan menganggapnya sebagai seorang pengecut, namun jika dia masih membuat postingan akan semakin menampakkan kebodohannya karena seorang Razman menyarankan untuk tidak membuat postingan sementara tentunya dengan pertimbangan matang dan tidak hanya main-main belaka.

Sekolah Indonesia di Rakhine Myanmar, yang diresmikan pada 11 Januari 2017 oleh pemerintah Indonesia, itu dibangun oleh Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) yang berasal dari sumbangan kemanusiaan masyarakat Indonesia.

Terima kasih PKPU dan masyarakat Indonesia atas jasa-jasanya untuk Myanmar. Terima kasih pemerintah Indonesia yang sudah meresmikan sekolah tersebut. Kerjasama yang sungguh cantik, bukan? Postingan di FB Jonru ter tanggal 04 September 2017

Jokowi sudah membuat pernyataan yang isinya menentang keras pembantaian di Myanmar. Alhamdulillah, terima kasih Pak Jokowi. Saya bangga pada Anda. Dan agar saya lebih bangga lagi, tolong usir dubes Myanmar dari Indonesia ya Pak. Saya yakin Pak Jokowi berani.. #SaveRohingya Postingan di FB Jonru tertanggal 04 September 2017

Dan bukan Jonru namanya kalau dia tidak melawan arus, tidak peduli tindakannya rasional atau tidak, tidak peduli tindakannya mengikuti akal sehat atau tidak. Yang penting axis dan persetan dengan pengacara yang penting dia enjoy dan masih tetap memposting sebuah postingan.
Yang paling membuat saya tidak habis pikir dan mengherankan adalah bagaimana bisa dia memberikan kritikan kepada Jokowi perihal  duta besar Myanmar.

Sebelumnya saya ingin menanggapi sedikit perihal duta besar Myanmar ini, kalau Jonru paham tentang posisi dan kedudukan duta besar maka dia tidak akan seenak udelnya sendiri membuat komentar. Tidak mungkin seorang presiden langsung intervensi negara lain perihal duta besarnya apalagi kasus yang dihadapi oleh Rohingya dan Myanmar bukanlah kasus internal Indonesia. Jadi Jokowi tidak bisa main intervensi begitu saja yang tentunya akan mengganggu stabilitas kerjasama antar dua negara. Sebagai sesama muslim saya tentu iba, saya juga ingin memberikan sumbangsih bagi saudara-saudara muslim saya di Rohingya. Karena bagaimanapun Allah sudah sangat jelas mengatakan bahwa semua muslim itu bersaudara, jadi selayaknya persaudaraan maka sudah sepantasnya untuk saling membantu.

Namun Jokowi ini seorang kepala negara, yang membawahi kepentingan ratusan juta masyarakat. Tidak mungkin dia langsung main intervensi sepihak kepada duta besar Myanmar hanya karena kasus Rohingya. Tentunya ada cara lain untuk memberikan suport kepada Rohingya. Dan saya merasa Presiden Jokowi akan memberikan solusi yang lebih baik daripada mengirimkan seseorang hanya bermodalkan KTP untuk diberangkatkan berjihad kesana (FPI)

Kembali ke postingan Jonru, kenapa saya heran dengan ini orang?
Coba kita pikir bersama, dia sedang dilaporkan oleh dua orang atas kasus ujaran kebencian kepada Jokowi Presiden Indonesia. Dan sekarang dia masih berani membuat postingan tentang Jokowi? Wow, gokillllllll

Semoga Bermanfaat
Terimakasih

 



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *