Prabowo Selamanya Akan Jadi Capres Abadi Jika Mengandalkan Fadli Zon dan Fahri Hamzah


Saya sebenarnya kasihan juga melihat Prabowo terus gagal dalam pilpres. Saya memiliki saran untuk bapak Prabowo jika ingin suatu saat bisa memenangkan pilpres, namun khusus untuk Pipres 2019 saya tetap menginginkan Jokowi yang menang. Heheh

Ada banyak sekali faktor yang membuat seseorang memenangkan Pilkada. Cara jujur maupun cara licik sama-sama berpotensi untuk menjadi pemenang. Namun cara jujur akan membuat perjalanan menjadi pemimpin negara lebih mulus dan akan mendatangkan kebaikan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Meskipun cara licik bisa menang juga, namun percayalah bahwa itu cara licik itu akan menghambat perjalanan memimpin negara dan tidak mendatangkan manfaat untuk rakyat. Jika dianalogikan, rizki yang halal akan mendatangkan kebaikan, dan rizki yang haram akan mendatangkan keburukan.

Selain itu, niat yang baik juga akan membantu memuluskan jalan menuju kursi Presiden. Niat yang baik akan dimudahkan oleh Allah SWT. Sebaliknya, niat yang buruk akan dipersulit oleh Allah. Niatilah menjadi seorang presiden untuk memakmurkan rakyat, memajukan negara, dan mewujudkan kesejahteraan rakyat, insya Allah akan dipermudah.

Jika memang ingin menjadi presiden, langkah pertama, Prabowo harus merubah niat dan cara untuk menang. Niatilah yang baik dalam pencalonan menjadi capres. Hilangkan ego pribadi dan perasaan jumawa ketika telah menjadi presiden. Jabatan presiden bukan untuk gaya-gayaan.

Langkah kedua, pilihlah cara jujur dalam mewujudkan cita-cita menjadi seorang presiden. Sehebat apapun cara licik yang dilakukan oleh orang, pada akhirnya orang-orang jujur yang akan menang. Meskipun bisa jadi suatu saat cara cilik yang menang, namun pada akhirnya orang yang memainkan cara jujurlah yang akan memenangkan hati masyarakat. Orang itu akan jauh lebih dihormati masyarakat dibanding pemenang pemilu yang memainkan cara licik.

Langkah ketiga, sebaiknya Prabowo jangan lagi memakai jasa Fahri Hamzah dan Fadli Zon untuk menjadi tim pemenangan. Saya punya analisis jika Prabowo masih menggunakan jasa Fahri Hamzah dan Fadli Zon, maka selamanya hanya akan menjadi capres.

Indonesia adalah negeri yang penduduknya  terkenal dengan sopan santun, unggah-ungguh, dan pekewuh.  Masyarakat Indonesia sejatinya menyukai orang-orang yang baik, tutur katanya halus, tidak suka menghina dan mencaci maki, wajahnya ramah, tidak sombong, rendah hati, serta sikap yang baik lainnya. Bahwa kemudian ada sebagian masyarakat Indonesia yang justru menyakai orang yang kasar, suka menghina, memfitnah, dan memprovokasi, ini sebuah anomali yang kemungkinan telah terkontaminasi sikap-sikap negatif.

Fadli Zon dan Fahri Hamzah adalah gambaran seorang manusia yang sikapnya jauh dari orang-orang Indonesia asli. Sebagai wakil rakyat, sikap yang ditunjukkan tidak lebih baik dari seorang penjilat. Prestasi sebagai wakil DPR nyaris tidak hanya. Ironisnya, keduanya justru membuat nama DPR menjadi jelek karena terus menerus menyinyiri Presiden Jokowi.

Keduanya kerap menunjukkan sikap kurang terpuji baik secara pernyataan langsung maupun melalui akun twitter. Saya yakin orang Indonesia yang membenci keduanya jauh lebih banyak dibanding yang menyukainya. Logika sederhana, jika kedua orang tersebut menjadi timses salah satu calon, hanya akan mendatangkan kekalahan. Pasalnya, ketidaksukaan masyarakat kepada keduanya akan berimbas terhadp calon yang didukung Fadli dan Fahri.

Fadli dan Fahri kembali menampilkan sikap yang buruk dengan memprovokasi agar rakyat bangsa Indonesia marah terhadap Jokowi karena dinilai lamban dalam membantu Myanmar. Padahal, Indonesia adalah negara Asia pertama yang merespon cepat konflik di Myanmar. Cuitan Fahri dan Fadli kembali membuat masyarakat jengah dan semakin muak dengan kedua orang tersebut.

Bahwa jika kemarin Anies-Sandi yang didukung oleh Fadli dan Fahri berhasil memenangkan Pilkada, ini bukan kondisi normal. Saya berbicara kondisi normal. Kemenangan Anies-Sandi sangat didukung oleh agama yang dipeluk Ahok yang membuat konspirasi penodaan agama berjalan sukses. Jika Ahok seorang muslim, saya yakin tidak akan ada konspirasi penodaan agama.

Prabowo mungkin masih tetap menang jika didukung Fahri dan Fadli jia lawannya beragama non-muslim. Pasalnya, dengan lawan non-muslim dan mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, akan sangat mudah untuk membuat isu sara. Selama lawannya muslim, maka Prabowo akan berat menang apalagi jika timsesnya adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Jangan heran ketika Pilpres 2009 dan 2014 Prabowo kalah. Selain karena lawan-lawannya muslim, di kubu Prabowo masih ada Fadli dan Fahri.

Saran terakhir Prabowo jika ingin menjadi presiden, teladani niat, cara, dan sikap Jokowi dalam meraih kursi presiden serta buang Fadli dan Fahri dari timsesnya.

Silahkan baca artikel saya yang lain di: https://seword.com/author/saefudin/



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *