Doa Bersama untuk Muslim Rohingya Digelar di Mekah

VIVA.co.id – Doa bersama untuk keselamatan etnis Rohingya yang saat ini mengalami kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, digelar oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi bersama dengan delegasi Amirul Hajj di Kantor Daerah Kerja Mekah, Minggu malam 3 September 2027.

Doa bersama diawali dengan salat Magrib berjamaah yang disertai dengan qunut nazila dan Rattib Al Atas yang dipimpin oleh KH Mustofa Aqil.


Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya menyampaikan, doa bersama untuk memohon kepada Allah untuk mengakhiri penderitaan dan masa sulit yang dialami umat Muslim di Rohingya.

“Ada yang meminta melakukan kecaman, hujatan dan kutukan, tapi kita sebaiknya gunakan manfaat dan waktu yang baik di Tanah Suci untuk mendoakan saudara kita agar penderitaanya berakhir,” ujar Menag Lukman.

Menag juga menginstruksikan agar doa bersama juga digelar di sektor-sektor pemondokan jemaah. Selain itu, kepada seluruh jemaah haji Indonesia untuk ikut mendoakan, khususnya saat berada di tempat yang mustajabah.

Selain itu, Menag juga memohon doa agar pemerintah Indonesia diberikan kemampuan untuk dapat memberikan bantuan yang optimal terhadap warga Muslim Rohingya. Sehingga pelanggaran dan penindasan bisa segera berakhir.

“Semoga cobaan dan ujian masyarakat Rohingya dan tempat lain seperti Palestina selesai,” katanya.

Sebelum membacakan doa, Menag berupaya agar Pemerintah Indonesia bisa memberikan kontribusi terhadap penyelesaian kepada Pemerintah Myanmar.

Pemerintah Myanmar diharapkan bisa mengedepankan sisi kemanusiaan sehingga penindasan bisa segera diakhiri. “Semoga harkat derajat martabat kemanusiaan mereka bisa kembali. Kita lakukan dengan berdoa bersama ini,” ujarnya.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo menyesalkan terjadinya lagi aksi kekerasan yang menimpa etnis Rohingya. Presiden juga mendesak pemerintah Myanmar untuk segera mengakhiri aksi-aksi kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban tewas dari warga etnis Rohingya tersebut.

Maka atas peristiwa yang kembali terjadi, pada Agustus 2017, Jokowi menegaskan komitmen Indonesia untuk mengakhiri aksi kekerasan di Rakhine State tersebut.

“Pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan. bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional,” jelas Jokowi.

Apalagi ratusan korban jiwa yang meninggal itu adalah umat muslim maka pemerintah Indonesia tegas meminta Myanmar, menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Presiden Jokowi juga mendesak pemerintah Myanmar untuk segera mengakhiri aksi-aksi kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban tewas dari warga etnis Rohingya tersebut.

“Kekerasan, krisis kemanusiaan ini harus segera dihentikan,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu 3 September 2017.

 



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *