Nilai Ekspor Fesyen Meningkat Hingga US$7,9 Miliar



VIVA.co.id – Nilai ekspor produk fesyen dalam negeri menunjukkan tren pertumbuhan positif sebesar 10,48 persen, yaitu dari US$11,28 miliar pada 2012, menjadi US$16,24 miliar hingga akhir 2016. 

Sementara itu, selama bulan Januari-Juni 2017, transaksi ekspor fesyen yang sudah terbukukan sebesar US$7,9 miliar atau setara Rp102,7 triliun (kurs Rp13 ribu). 


Negara tujuan ekspor produk-produk fesyen Indonesia tersebut di antaranya, Amerika Serikat, Swiss, Jepang, Singapura, dan Jerman. Kemudian Kementerian Perdagangan melihat produk songket berpotensi dikembangkan untuk memiliki nilai tambah dan bisa mendapat tempat di pasar global. 

Songket tidak hanya berhasil dimanfaatkan dalam pembuatan produk fesyen, tetapi juga produk home decoration seperti kap lampu. Potensi tersebut kemudian didukung dengan pengadaan kegiatan pendampingan desain Designer Dispatch Service (DDS) di Kota Sawahlunto.  

Mempertimbangkan potensi produk asal Sumatera Barat yang luar biasa tersebut, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda telah mengundang jajaran Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Sawahlunto khususnya, dan seluruh pelaku usaha yang ada di Sumatra Barat, untuk berpartisipasi pada pameran Trade Expo Indonesia ke-32. 

Sebelumnya, Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2017 telah digelar meriah pada 25-27 Agustus. Sementara, pameran dagang tahunan terbesar di Indonesia, TEI ini akan diselenggarakan pada 11-15 Oktober 2017 di Indonesia Convention & Exhibition (ICE), Kota Bumi Serpong Damai, Tangerang. 

TEI 2017 direncanakan dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo. Pada kesempatan tersebut presiden sekaligus akan menyerahkan penghargaan Primaniyarta kepada para eksportir terbaik di Indonesia dan anugerah Primaduta Award kepada para buyer yang secara konsisten melakukan importasi dari Indonesia.



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *