Trump Larang Warga AS Beli Surat Utang Venezuela



Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, baru-baru ini mengeluarkan aturan baru yang menambah sanksi ekonomi Venezuela. Padahal negara tersebut tengah mengalami krisis.

Gedung Putih mengeluarkan larangan bagi warga negara dan perbankan AS membeli surat utang dari pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak mereka, Petroleos de Venezuela atau PDVSA.

“Kami tidak akan berdiam diri ketika Venezuela tengah kacau,” kata Gedung Putih sebagaimana dikutip dari CNBC, Jumat (27/8/2017).

Sebelumnya, Departemen Keuangan AS telah merilis sejumlah sanksi ekonomi untuk negara Amerika Latin untuk menekan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan orang-orang di lingkarannya yang menkonsolidasikan kekuasaan pada Juli lalu.

Tak berapa lama kemudian, pemerintah AS membekukan semua aset Maduro yang ada di semua wilayah hukumnya, serta melarang semua warga negara AS membuat kesepakatan bisnis dengan Maduro.

Gedung Putih mengklaim, sanksi-sanksi ekonomi juga dilakukan untuk melindungi ekonomi AS dari sistem korupsi dan usaha yang memiskinkan rakyat Venezuela.

Kelompok oposisi di Venezuela menuding, aliran dana dari penjualan obligasi pemerintah hanya akan memperpanjang nafas untuk mempertahankan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintahan diktator.

Negara itu saat ini tengah dilanda krisis, dan diperparah dengan aksi demonstrasi berkepanjangan yang tak menginginkan pemerintahan Maduro. Kekacauan ekonomi dan inflasi yang tak terkendali menjerumuskan Venezuela pada krisis pangan dan obat-obatan bagi 30 juta lebih penduduknya.

Pengumuman ini merupakan bagian dari serangkaian sanksi keempat yang dilakukan AS ke Venezuela. “Ini sebuah pesan kuat untuk rakyat Venezuela, sekaligus untuk Maduro sendiri,” ucap Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Areza, merespon sanksi ekonomi baru itu sebagai salah cara AS melemahkan negaranya di luar tekanan yang dilakukan lewat PBB.

“Mungkin AS mencoba menciptakan dan mempromosikan krisis kemanusiaan di negara kami. AS jelas ingin menjadi negara otoriter dan mendikte Amerika Latin,” ungkap Jorge.

Pada awal bulan lalu, salah satu bank AS, Credit Suisse (CS), dilarang membeli surat utang dari Venezuela, khususnya yang diterbitkan oleh pemerintah Maduro dan PDVSA, dengan alasan krisis politik di negara itu.

Larangan tersebut dilakukan menyusul pasca Goldman Sachs dikritik karena membeli obligasi pemerintah Venezuela dan perusahaan minyaknya. Namun demikian, Departemen Keuangan AS masih mengizinkan transaksi keuangan yang melibatkan Citgo Petroleum, anak perusahaan AS di PDVSA yang memang dikecualikan. (idr/mkj)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *