Soal Kasus Novel, Jubir KPK: Dalam KUHP Pemeriksaan terhadap Korban Bukan Kewajiban untuk Pecahkan Perkara


JAKARTA – Kasus kekerasan yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kini sudah berjalan 100 hari lebih.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana, pemeriksaan korban bukan suatu kewajiban yang dipakai untuk menemukan pelaku. “Kami juga perlu sampaikan bahwa rencana pemeriksaan ini tentu dalam pemeriksaan, artian formal sesuai KUHP,” katanya.

Menurut dia, secara prinsip Novel maupun pihak KPK sudah bersedia sejak awal jika nanti diperiksa. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah menerima informasi terkait kedatangan penyidik Polri yang akan menemui Novel.

“Jadi kami berharap pemeriksaan terhadap Novel tidaklah mejadi syarat multak ditemukan atau tidak ditemukannaya pelaku. Karena kami percaya ada kemampuan investigasi yang sudah dimiliki tim dari Polri,” ujar dia.

Baca juga: Jelang Operasi di Hari Kemerdekaan, Novel Baswedan Jalani Perawatan Intensif

Meskipun begitu dia mengaku, Novel juga sudah memberikan informasi terkait kekerasan yang menimpa dirinya. Meskipun menurut dia, informasi tersebut belum dituangkan secara formal.

“Informasi informasi meski belum tertuang secara formil itu juga sudah disampaikan oleh Novel Baswedan. Dan kita tahu juga bahwa di KUHP pemeriksaan terhadap korban itu bukanlah suatu kewajiban untuk ditemukan atau tidak ditemukan pelaku. Kita berharap Kapolri telah ketemu dengan Presiden bisa menemukan pelaku,” tuturnya.

Diketahui hingga saat ini Novel Baswedan tengah menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit yang ada di Singapura. Novel mengalami luka serius di bagian kepala tepatnya pada matanya. Novel mendapat serangan oleh orang tidak dikenal di depan rumahnya sehabis menjalani ibadah sholat subuh berjamaah pada bulan April lalu. Meski begitu, kasus kekerasan yang menimpa dirinya hingga saat ini belum dapat dipecahkan oleh pihak Polri.

Polri sempat mengunjungi Novel Baswedan di RS yang ada di Singapura. Tujuannya termasuk mencari keterangan lebih lanjut dan dapat menginterogasi Novel terkait kasus yang menimpanya. Meski begitu, Polri terpaksa harus pulang dengan tangan kosong lantaran pihak dokter enggan memberi izin dengan alasan kesehatan.

(ran)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *