Dimulai Menaikan Anggaran DPR, Hingga Bangun Apartemen Buat Mereka, Muliakah itu?


Dewan Perwakilan Rakyat dinilai sebagai lembaga paling korup oleh responden dalam survei yang digelar Global Corruption Barometer (GBC) 2017. Survei ini dilakukan oleh Transparency International dengan jumlah 1.000 responden di 31 provinsi.

Sudah banyak anggota DPR yang diciduk oleh lembaga KPK, Karena itu makanya Fahri Hamzah kerap sekali melecehkan KPK seperti contoh kasus yang baru-baru saja terjadi dimana Fahri berpendapat bahwa kasus korupsi terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) yang ditangani KPK adalah omong kosong.

Menaikan Anggaran

3 Hari yang lalu, keluar pemberitaan bahwa DPR meminta kenaikan anggaran untuk mereka ditahun 2018 nanti, tidak tanggung-tanggung, kenaikan yang diminta naik sebanyak 70% dari anggaran tahun 2016. Segala macam rincian detail penjelasan dari kenaikan ini bisa dibaca dalam laman berikut

DPR Lembaga Terkorup Menaikan Anggaran Hingga 7,25 T Naik 70%

Bangun Apartemen

Tidak berhenti sampai menaikan anggaran, ternyata sehari setelahnya hari Jumat tanggal 11 Agustus 2017, Fahri Hamzah mengeluarkan gagasan baru yaitu membangun apartemen

“Apartemen jangan salah, itu tanah milik Setneg telah diserahkan ke Grup Lippo. Tadinya mau dibikin mal, kami menentang, jangan dong dibikin mal. Kalau mau bikin apartemen supaya anggota DPR punya kesempatan relokasi biar dekat. Kan mulia itu,” ujar Fahri di gedung DPR,

Tujuan membangun apartemen bagi fahri adalah mulia! Karena alasan yang diutarakan Fahri adalah, apabila para anggota dewan itu tinggal dekat dengan kantor, maka tidak akan terkena macet, dengan hanya berjalan kaki ke tempat kerja maka kelancaran tugas para anggota Dewan akan lebih terjamin.

Mengejutkan lagi adalah setelah membaca kata-kata berikut ini

Sebenarnya dari sisi DPR itu nggak ada yang perlu dikhawatirkan soal uangnya. Karena uangnya kecil, – Fahri Hamzah

Menurut Fahri anggaran untuk menata sekitar kawasan DPR itu adalah uang kecil? Pada kesempatan yang sama Fahri Hamzah juga menuturkan kalau DPR membutuhkan sebuah perpustakaan yang representatif dan juga butuh bangunan alun-alun untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.

Jadi dari kesempatan yang sama, Fahri memberikan informasi “mulia”nya agar lebih transparan ke masyarakat, dengan memberitahukan bahwa mereka ini akan:

  • Membangun Apartemen
  • Membangun Perpustakaan
  • Membangun Alun-Alun

Konco Fahri Hamzah yaitu Fadli Zon, juga langsung setuju akan konsep “Bangun Apartemen” yang tujuannya mulia ini.

“Bisa lebih murah kalau dibangun di sini semacam apartemen tinggi itu, pernah kita diskusikan. Rumah susun lah ya, yang layak tentu saja. Kan itu cuma dipinjamkan selama masa dinas,” ucap dia.

Walau masih sekedar dalam tahap wacana, tapi setidaknya kita bisa lihat “aktifitas kerja mereka” seperti apa yang bercetak tebal diatas, “pernah kita diskusikan”

Jadi kegiatannya adalah mewacanakan berkali-kali untuk membincangkan rumah susun ( apartemen ) yang layak tentu saja, buat tempat tinggal mereka.

Permasalahan Gagasan Lain

  • Membangun Perpustakaan
  • Membangun Alun-Alun

Membangun perpustakaan? Jadi anggota dewan itu perlu perpustakaan? Buat Tidur?

Buat tempat private untuk itu… gambar di bawah

Jangan berfikiran negatif dengan mereka, tidak benar itu semua.

Membangun alun-alun? Untuk menyampaikan aspirasi masyarakat? Pertanyaannya nih, kenapa baru sekarang? Kenapa tidak dari dulu? Sekarang ini supaya dianggap bekerja? Begitu? Atau apa? saya tidak mengerti, apa konsep alun-alun disini.

Hebat sekali bukan ya mereka-mereka ini di DPR, para pencetak prestasi dalam mengelembungkan anggaran sebesar-besarnya dengan prestasi se..? Sebanyak-banyaknya tentu saja.

Dengan semua fasilitas ini tentu saja, akan membuat siapa saja akan tergiur, hidup nyawan, dengan semua terpenuhi, karena semua ada anggarannya buat mereka.

Anggaran untuk pengadaan kelengkapan rumah jabatan anggota, Anggaran pemeliharaan, perawatan medis. Anggaran pengadaan dan perawatan kendaraan, Anggaran  pakaian dinas, dsb

Bahkan fasilitas untuk anakpun ada.

Lucu loh untuk diatas, Fadli Zon sempat mempertanyakan mengapa bisa keluar surat itu? Fadli menduga surat tersebut sengaja dibocorkan melalui pihak KJRI atau KBRI di Washington. Selengkapnya pada link berikut.

Coba seandainya tidak “sengaja” dibocorkan, akankah publik mengetahuinya? Akankah kita semua tau fasilitas-fasilitas itu? Tentunya jelas kita  tidak akan pernah tau. Kita hanya bisa menyaksikan betapa bahagianya mereka disana sebagai anggota dewan.

 

Sumber opini terkait http://www.solopos.com/2017/08/10/anggaran-naik-70-fahri-ingin-anggota-dpr-diberi-apartemen-841841

 



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *