Wacana Pemindahan Ibu Kota Mau Direalisasikan Jokowi, Kok Mereka Jadi Gerah?


Fadli Zon: Pemerintah mimpi mau pindahkan Ibu Kota

Wacana tentang pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke daerah lain sudah ada sejak jaman orde lama, bahkan Presiden Soekarno saat itu sudah menyiapkan palangka Raya, Kalimantan Tengah sebagai penggantinya. Tetapi wacana tetap saja wacana, tidak pernah terealisasi sampai sekarang. Bahkan di jaman era Susilo Bambang Yudhoyono pun wacana ini sempat juga dicetuskan, salah satu lokasi yang menjadi incaran SBY kala itu adalah Jonggol, Jawa Barat. Tetapi wacana tersebut tetap tidak dapat direalisasikan sampai sekarang. Alasannya tetap sama, pemindahan pusat pemerintahan memerlukan biaya yang cukup besar dan harus dipikirkan matang-matang serta memerlukan waktu yang panjang. Selalu itu alasannya.

Wacana pemindahan Ibu Kota, kemarin Senin (3/7/2017) kembali mengemuka ketika Presiden Joko Widodo dan Kepala Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro membahas kajian pemindahan Ibu Kota yang rencananya akan dimulai pada tahun 2018 atau 2019 sudah ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan.

“Maka tahun 2018 atau 2019 sudah mulai ada kegiatan terkait dengan pemindahan pusat administrasi pemerintahan,” kata Bambang.

Wacana-wacana yang berkembang tentang pemindahan Ibu Kota ini tentu hanya akan menjadi wacana saja jika tidak segera dieksekusi. Dan sampai kapan wacana baru akan terealisasi jika alasannya hanya berkutat pada biaya yang tidak sedikit, pemindahan Ibu Kota itu tidak gampang, pemindahan Ibu Kota memerlukan waktu yang lama. Ya, kita memang tahu jika pemindahan Ibu Kota itu memerlukan dana yang tidak sedikit, tidak gampang dan memerlukan waktu yang panjang. Tapi tidak segera dilakukan, kapan pemindahan Ibu Kota ini akan terlaksana? Tunggu sampai Jakarta sudah tenggelam baru buru-buru memindahkan Ibu Kota? Saya kira jika itu sampai terjadi, semuanya sudah telat. Sudah tahu memindahkan Ibu Kota itu memerlukan biaya yang tidak sedikit, memerlukan waktu yang panjang kenapa tidak dimulai dari sekarang? Kalau Jakarta sudah tenggelam baru dieksekusi, orang bilang sudah kasep.

Saya kira rencana Presiden Jokowi untuk segera mengeksekusi pemindahan Ibu Kota ini adalah sebuah rencana yang sangat-sangat serius. Karena jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Apakah pemindahan Ibu Kota hanya akan tetap menjadi wacana dari generasi ke generasi?

Mencontoh Malaysia yang telah berhasil memindahkan pusat pemerintahannya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Sebuah kompleks pusat pemerintahan yang terintegrasi. Padahal Putrajaya sebelumnya hanya bekas lahan kelapa sawit yang disulap menjadi  sebuah pusat pemerintahan yang megah. Putrajaya didirikan pada 10 Oktober 1995, sedangkan pusat pemerintahan Malaysia dipindahkan ke Putrajaya pada tahun 1999 berarti hanya memerlukan waktu 4 tahun untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Jika Malaysia saja bisa, kenapa Indonesia tidak?

Tetapi rencana Presiden Jokowi ini bukan tidak ada yang menentangnya. Bahkan suara-suara sumbang mulai terdengar ketika Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengemukakan wacana pemindahan Ibu Kota tersebut.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai bahwa pemindahan Ibu Kota bukan prioritas masih banyak PR Presiden Jokowi yang harus diselesaikan.

“Infrastruktur, tol di Jawa, Sumatera belum selesai. Targetnya kan tahun depan selesai. Belum power plan listrik, sarana irigasi pertanian. Banyak,” kata Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

“Kan skala prioritas. Kalau untuk kapan-kapan boleh,” sambungnya.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga mengingatkan kepada Presiden Jokowi soal pemindahan Ibu Kota agar pemerintah dapat berkomunikasi dengan Anies Baswedan. Karena Anies sebentar lagi akan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Ini kan ada gubernur baru kan yang sebentar lagi mau dilantik juga belum tahu gubernur baru ini maunya apa. Kan enggak boleh sepihak gitu lho,” ujar Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/7/2017).

Yang saya herankan adalah kenapa harus berkomunikasi dengan Anies Baswedan? Walau pun nanti Anies dilantik menjadi Gubernur DKI, toh wewenang pemindahan Ibu Kota tetap berada di pusat. Apakah Anies akan langsung menjadi Gubernur dimana lokasi Ibu Kota akan dipindahkan? Saya kira tidak, karena Anies akan tetap menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Begitu juga Fadli Zon menganggap bahwa pemindahan Ibu Kota itu hanyalah sebuah mimpi. Pemerintah bermimpi begitu kata Fadli Zon.

Jadi saya kira itu ( pemindahan ibu kota) masih mimpilah. Lebih baik fokus kepada persoalan jangka pendek,” ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Saya sekarang menjadi heran, kenapa politisi-politisi yang pro Anies sekarang menjadi gerah dengan rencana pemindahan Ibu Kota yang diwacanakan oleh Presiden Jokowi dan Kepala Bappenas? Apakah mereka akan merasa kehilangan momen jika Ibu Kota dipindahkan saat Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI. Bukankah proses pemindahan Ibu Kota itu tidak gampang, memerlukan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang lama? Kenapa takut? Selama proses pemindahan Ibu Kota saya kira Anies tetap menjadi Gubernur Ibu Kota Indonesia. Malaysia saja memerlukan waktu 4 tahun untuk menyelesaikan pemindahan pusat pemerintahan dari Kuala Lumpur ke Putrajaya, Indonesia? Mungkin bisa memakan waktu lebih dari 4 tahun, apalagi kalau Ibu Kota dipindahkan ke Palangka Raya yang mana di sana sudah merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang tentu akan sangat sulit untuk mencari lahan yang masih kosong seperti Putrajaya yang merupakan bekas lahan kelapa sawit.

Jika pemerintah memang serius dan bukan hanya wacana saja, maka perencanaan memang harus dimulai dari sekarang, karena jika menunggu Jakarta tenggelam baru berniat memindahkan Ibu Kota maka terlambat sudah. Tidak mungkin memindahkan Ibu Kota hanya dalam waktu sekejap mata. Emang Bandung Bondowoso yang bisa membangun candi hanya dalam waktu satu malam?

saya kira begitu.



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *