3 Katagori Atas Kinerja Jokowi: 66.4% Puas, 1.6% Tidak Tahu, 32% “Menyangkal”. Tidak ada Katagori “Tidak Puas” Untuk Kinerja Jokowi.


 

CNN Indonesia melansir hasil survey dari Lembaga Survey Indo Barometer pada medio Maret 2017 dengan hasil  survey: 66.4 persen puas atas kinerja Presiden Jokowi, 32% TIDAK PUAS dan 1.6% tidak tahun.

Ini menggelitik saya.

Saya jadi penasaran siapakah kelompok 32 persen yang menyatakan TIDAK PUAS atas kinerja Presiden Jokowi? Apa dasar ketidakpuasan mereka? Jika dasar ketidakpuasan adalah kebencian terhadap sosok pribadi Presiden Jokowi, seharusnya tidak dimasukkan kedalam katagori TIDAK PUAS, tidak pula bisa dimasukan kedalam katagori “Tidak tahu”, Lembaga Survey harus menciptakan satu katagori baru yang bisa mewakili perasaan mereka, misalnya dikatagorikan ke kelompok “Penolak Pembangunan” atau kelompok yang “Menyangkal”.

Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Puas Atas Kinerja Jokowi!

Ilustrasi:

Saya seorang penggemar Sushi. Menikmati Sushi ketika saya tugas di Tokyo membuat saya rindu akan rasa Sushi yang sangat otentik. DIkota saya tinggal banyak terdapat restauran yang menjual Sushi dan saya sudah mencoba semua restauran tersebut. Ada Story Sushi, Sushi Garden, bahkan di hotel-hotel bintang lima pun saat mereka menyediakan buffet masakan Jepang, saya sempatkan datang untuk mencobanya. Semua buat saya semua Sushi restaurant itu enak dan saya menikmatinya.

Sampai satu hari tahun 2015, saya di undang seorang teman untuk makan malam di Sushi T*i. Jujur saya belum pernah mencoba Sushi di Sushi T*i karena banyak orang bilang, Sushi T*i adalah restaurant termahal dikota saya tinggal. Nah, karena di undang sama teman, dengan senang hati saya dan anak saya datang dan wow setiap potongan Sushi yang saya makan, serasa membawa saya kembali ke Tokyo! Reaksi saya persis seperti Hugo si pengkritik makanan dalam film La Ratatouille, si tikus yang jago masak, ketika dia disuguhi makanan ratatouille. Kaget dengan kesegarannya, teksturnya dan rasanya yang sangat otentik, berbeda dan tidak pernah saya rasakan di restaurant manapun di kota saya. Karena penasaran saya minta menu kembali untuk melihat harganya. Buset! Untuk 1 potong Sushi kecil, bisa mencapai Rp 10.000 sampai Rp 15.000 PER POTONG loh dengan ukuran sedikit lebih besar dari jari jempol saya!

Sejak saat itu, saya dan anak saya hanya makan Sushi di Sushi T*i! baik saya maupun anak saya, kami bisa berargumen dan menjustifikasikan harga yang mahal untuk sepotong Sushi!

Ada beberapa teman yang bilang, “Wah Sushi Kobe lebih enak dari Sushi T*i!”. Saya tanya, Chefnya orang Jepang bukan? Ingredientnya dari jepang bukan? Dia bilang bukan!. Artinya Selera dia rendah atau dompet dia ga nyampe untuk makan di restaurant seperti Sushi T*i tapi dia ga mau terus terang. Padahal kalau jujur, saya akan undang dia juga untuk makan Sushi di Sushi T*i. Atau teman yang bilang Sushi T*i tidak enak, bisa jadi dia punya rasa benci karena ada masalah pribadi entah dengan tkang parkirnya, atau satpamnya atau karyawannya. Tapi orang yang paham dan tahu apa itu makanan enak dan mampu untuk membayar, dia akan sependapat dengan saya.

Dan Jokowi adalah Sepotong Sushi di Sushi T*i! OTENTIK, ORIGINAL, SOPHISTICATED AND PROFESIONAL itulah Jokowi!

Ada dua hal yang saya paparkan disini bisa membuat kita sampai pada kesimpulan bahwa ke 32 persen orang yang menyatakan TIDAK PUAS akan kinerja Jokowi adalah orang-orang yang takabur dan tidak tahu bersyukur:

  1. Mengukur kemajuan Indonesia dengan membandingkan masa jabatan Presiden

Soekarno, saya PUAS. Sebagai Presiden Pertama, memimpin bangsa dalam keadaan perang melawan negara lain, kepiawaian dia didunia internasional patut diacungi empat jempol. Tidak seorangpun BERHAK MENDISKRIDITKAN seorang Soekarno atas segala hal yang sudah dia lakukan untuk bangsa dan negara ini.

Soeharto, saya SANGAT TIDAK PUAS. Selain dia menumbuh suburkan mental KKN, membunuh pendapat dan pandangan rakyat, saya membandingkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dengan Korea dan Malaysia YANG SAMA-SAMA MERDEKA pada Bulan Agustus 1945.

Habibie, saya TIDAK TAHU.

Gus Dur, saya TIDAK TAHU.

Megawati, saya TIDAK TAHU.

Susilo Bambang Yudhoyono, saya TIDAK PUAS karena politik luar negeri dia yang menerapkan jargon “Thousand friends zero enemy” membuat laut Natuna dikuasai Cina. Lalu banyaknya proyek mangkrak, banyaknya kasus korupsi, tingginya utang luar negeri dan minimalnya pembangunan infrastruktur.

Jokowi, saya PUAS walaupun baru 2.5 tahun memimpin, perubahan Indonesia dimata dunia terlihat sangat signifikan. Dibandingkan dengan presiden sebelumnya, pembangunan Indonesia seolah berlari kencang. Yang paling nyata adalah Jokowi SUDAH MENYENTUH DAN MENDANDANI PAPUA!!

Sistem birokrasi yang lebih mudah, murah, cepat dan profesional adalah fasilitas yang paling nyata yang bisa dirasakan rakyat. Pembuatan KTP, Passport, KK, Sertifikat, perijinan, NPWP, bahkan SIM kendaraan saat ini adalah satu dari kebutuhan yang paling dengan dengan rakyat dalam kehidupan bernegara. Instruksi dari Pemerintah Pusat sangat amat jelas sekali bahwa semua pengurusan dokumen yang berhubungan birokrasi wajib dimudahkan dipercepat dengan keramahan pelayanan dan profesional. Jika didaerah anda aparatur daerah masih tidak menjalanka apa yang diinstruksikan Presiden, itu artinya daerah anda masil hidup dijaman ORBA! Laporkan!

2. Membandingan Jokowi dengan Tokoh Khayalan

Kejelian, kecepatan, ketelitian, kecerdasan dan kesederhanaan Jokowi mereka bandingkan dengan sosok yang belum pernah memimpin sebuah bangsa, bahkan belum pernah menjadi pemimpin sebuah kelompok masyarakat seperti lurah, camat, bupati/walikota, atau Gubernur.

Sosok yang sangat digaungkan akan menjadi pesaing berat Jokowi adalah lawan lama yaitu Prabowo. Apa yang bisa pendukungnya banggakan ketika belum masuk ajang Pilpres 2019, Prabowo sudah mengantongi 3 kartu mati yang menjadi bukti bahwa dia bukan seorang yang kompeten untuk memimpin “The Most Heterogen of Nation on earth”? Buat saya, beliau adalah sebuah tokoh khayalan.

Apa ke 3 kartu mati dia? Silahkan pembaca cari sendiri!

 

 

 



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *