Putri Cantik Jusuf Kalla, Chairani Kalla Angkat Bicara: Ayah Seorang Pemberani & Toleran



Ketika panasnya Pilkada DKI, tidak bisa dipungkiri, nama JK pun ikut terseret sebagai aktor di balik pasangan calon nomor 3, Anies-Sandi. Opini pun tak terbendung lagi bahwa JK-lah yang berada di balik dalang isu SARA yang dimainkan di Pilkada DKI. Apalagi dengan beredarnya foto JK dan Zakir Naik mendekati hari pemilihan. Semakin hari opini terbentuk bahwa JK pribadi yang intoleran dan rasis meski pilkada telah usai.

Hingga akhirnya putrinya pun juga merasa terganggu dan perlu bersuara dan bersikap pemberani di publik untuk mengklarifikasi fitnah yang menimpa ayahnya. Untuk kebenaran informasinya bisa lihat di SINI.

Ya ini ayah saya, yang juga kebetulan Wakil Presiden RI. Orang yang paling saya banggakan di dunia ini. Mungkin sebagian orang yang membaca ini akan berpikir “ya jelas lah dibanggakan, namanya juga ayah sendiri” 😊.

Ayah saya adalah sosok pemberani. Ia dikenal sebagai salah satu pejabat yg tidak takut pada siapapun, bahkan sebagian orang menganggapnya terlalu berani dalam bertindak atau berucap. Makanya banyak juga yang tidak suka dengannya karena sikap terlalu beraninya itu. Beliau juga tidak suka berbasa basi, dan tidak suka pencitraan. Apapun yang menurutnya benar untuk kepentingan negara ini, akan disampaikannya ke publik, tanpa takut akan ada segelintir golongan yang tidak suka kepadanya.

Kalimat2 yang pernah diucapkannya sering dipelintir oleh orang orang yang tidak menyukainya. Contohnya saat ini Ia sedang banyak diserang oleh fitnah mengenai dirinya yang katanya tidak toleransi terhadap umat beragama. Baru baru ini yang paling parah adalah, ada yang memfitnah dirinya semasa muda pernah membakar gereja, Astagfirullah. Kenapa ya ada sekelompok orang yang tega membuat2 berita seperti itu?

Justru yang paling menempel di ingatan saya adalah sewaktu timbul kerusuhan pembantaian keturunan Tionghoa di Makassar tahun 1997 silam, Ayah saya mempersilahkan rumah kami di Makassar dijadikan sebagai tempat persembunyian para tetangga kami yang kebetulan mayoritas keturunan Tionghoa. Saya menyaksikan sendiri ketika tetangga kami diam2 masuk bersembunyi dirumah kami karena ketakutan akan diganyang oleh masyarakat.

Beberapa kali saya minta Ayah saya untuk mengklarifikasi fitnah2 yang menerpanya. Karena tidak sedikit juga yang berani menjapri atau me-mention saya di sosial media yang isinya mencaci maki Ayah saya. Tapi Ia cuma tersenyum “Buat apa? Tidak usah lah kau baca berita2 palsu itu” Katanya. ” Alhamdulillah kalau kita difitnah, berarti orang orang yang memfitnah itu sedang menanam ladang pahala untuk kita panen di akhirat nanti”. Oh iya, betul juga ya… Alhamdulillah. Terima kasih untuk para pemfitnah dan para penyebar berita hoax atas transferan pahalanya untuk Ayah saya”. 😊

Barakallahu fii umrik Papa, orang yang paling saya banggakan di dunia ini. ❤️

-Chairani Kalla-

Awal melihat postingan ini di-share oleh teman, saya langsung sumringah. Akhirnya saya punya bukti kuat untuk mengangkat edukasi politik ini ke publik. Tapi tunggu dulu, dasarnya perempuan, saya lihat dulu foto-fotonya. Saya perhatikan putri pak JK cantik juga ya. Heheheh. Lanjut, saya salut dengan Chairani Kalla yang berani angkat bicara ke publik demi membela sang ayah setelah lelah di-mention yang pastinya sangat mengesalkan. Saya pun jika berada di pihaknya pastinya juga akan angkat bicara.

Sebagai orang Sulawesi Selatan, bukannya turut membela, tapi saya hanya perlu mengklarifikasi bahwa saat JK berpasangan dengan Jokowi dulu saya mendukung. Setidaknya untuk sesama teman saya yang non Muslim mengatakan bahwa Pak JK toleran orangnya. Bahkan saya pernah membaca bahwa konflik yang terjadi di Ambon, pak JK juga turun menyelesaikan masalahnya.

Dan saya pun percaya, bahwa pak JK toleran orangnya. Seperti yang saya yakini, tidak ada pengusaha ataupun politisi yang rasis dan intoleran. Kenapa? Rugi jika seorang pengusaha dan politisi jika harus bersikap tertutup dan intoleran. Karena dalam bisnis yang penting adalah keuntungan tanpa peduli suku dan agama partner bisnis. Dan yang terpenting dalam politik adalah mempertahankan kepentingan tanpa pandang identitas dan latar belakang kawan politik. Toh, buktinya JK melakukan kerjasama dengan perusahaan yang berasal dari Jepang. Banyak bukti bahwa dalam keseharian JK memang toleran.

Tapi yang saya pahami pula, dalam politik bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai kepentingan dan ambisi pribadi. Jadi buat saya, tidak ada politisi yang rasis dan intoleran. Yang ada hanya politisi yang menggunakan isu SARA demi mencapai tujuannya. Jadi bedakan antara kepentingan & sikap hidup sehari-hari apalagi jika menyangkut masalah SARA. Di sinilah letak kekeliruan masyarakat dalam menilai seorang politisi.

Maaf, dari dulu saya tahu pak JK bukan orang rasis dan cukup toleran. Jadi saya tahu persis pembakaran gereja di Makassar tidak ada sangkutpautnya dengan JK. Itu aktor politik lain yang melakukannya. Apakah aktor tersebut berteman dengan JK? Entahlah.  Jika pun seandainya berteman, tapi tidak otomatis bisa dikatakan bahwa JK mendukung perlakuan biadab itu. Sama halnya ketika saya berteman dengan teman yang suka selingkuh. Bukan berarti saya tukang selingkuh dan mendukung perselingkuhan, bukan? Ya, berteman atas dasar kemanusiaan saja.

JK memang pemberani, meski secara pribadi saya menyayangkan pernyataan Pak JK yang mengatakan sebagian besar kekayaan di negeri ini dikuasai oleh agama Konghucu dan Kristen di tengah keadaan bangsa dan negara yang masih panas dengan isu SARA. Ini semacam menyiram bensin pada api kecil. Entah apa maksud dan tujuan pak JK berkata seperti itu.

Karena kalau memang hanya untuk mempertegas faktanya saja, seharusnya tidak usah bawa-bawa sentimen agama. Karena kesuksesan tidak ada sangkutpautnya dengan agama tapi karena usaha dan kerja keras, bukan? Entah usaha dan kerja keras itu dilakukan dengan cara yang halal atau haram. Atau juga tidak perlu diungkapkan saat situasi negara masih hangat-hangatnya dengan isu SARA usai pilkada. Pak JK memang sangat pemberani dalam hal ini. Sangat berani malah dan sepertinya sudah siap melihat dampak dari ucapannya bagi masyarakat.

Iya, JK memang orang yang pemberani dan toleran, tapi sebagai politisi yang baik? Hhhhmmmpp.. Entahlah, hanya Tuhan & JK yang tahu.



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *