Atlet Dayung Dragon Boat Jambi. Kaya Prestasi Sampai Kancah Internasional Tapi Miskin Apresiasi. Walikota Jambi “Telolet” Pak.


 

Assalamualaikum Wr Wb

Salam sejahtera untuk kita semua. Tetaplah berpelukan dalam perbedaan, jangan lelah mencintai Indonesia. Jangan jadikan perbedaan sebagai bibit perpecahan tapi jadikan keberagaman sebagai modal kekuatan untuk kita, bahwa dengan Bhineka kita Tunggal Ika. Merdeka

Siapa warga Provinsi Jambi khususnya Kota Jambi yang tidak mengenal tim Perahu Naga/Dragon Boat Kota Jambi yang dikomandani oleh abang angkat saya Raden Ishak Namanya?

Kalau ada yang tidak kenal mereka di kota ini saya pastikan mereka “kurang piknik” karena Lombah perahu Naga selalu diadakan tiap 17 Agustus di Sungai Batanghari Jambi.

“Banyak bener ya abang angkat saya di kota ini. Kalau kemarin Kolenel CPM Sihol Tambunan yang saya pernah ceritakan di artikel ini :

https://seword.com/sosbud/mantan-dandenpom-jambi-membuat-bangga/

Yaa, tapi begitulah, bagi saya anak rantau ini. Harus banyak punya keluarga angkat supaya makan terjamin. Hahaha.

Kali ini saya tidak  angkat masalah Honorer.Tapi saya akan bercerita tentang prestasi mendunia atlet dayung Perahu Naga Kota Jambi. Yang kaya Prestasi tapi minim Apresiasi.

“Kok bengong? Iya bener, saya ulangi. Kaya Prestasi miskin Apresiasi biar lebih “Greget”

Bicara soal Prestasi Atlet dayung Perahu Naga Kota Jambi di bawah Komando Raden Ishak, dan pelatihnya Hery Mujiono. Sampe subuh ga bakal kelar tulisan saya. Bukti betapa banyak sudah prestasi yang mereka ukir untuk kota Jambi dan bahkan Indonesia. Kedepan mereka sedang persiapan latihan untuk ivent Nasional di Bali. Kabarnya mereka mau mewakili Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Kenapa tidak mewakili Kota Jambi. Nanti saya ceritakan di paragraf selanjutnya.

Tim Dayung Kota Jambi ini jangan di anggap remeh pemirsa. Mereka sudah mengharumkan nama Jambi keseluruh jagat Negeri ini. Lawan akan ketar ketir jika tahu di daftar peserta lomba ada pasukan Bang Raden Ishak.

Bukan maksud saya membesar-besarkan nama mereka. Karena saya mengenal Beliau lebih dari siapapun. Sudah seperti keluarga, seperti saat ini saya yang belum gajian tiga bulan sebagai Honorer . Beliau selalu ingatkan adiknya yang kebetulan anak buah saya ( cak elah, Anak Buah)  di Forum Horerer Jambi. Beliau tanya ke Adiknya ” Yolis mana? Suruh dia ke rumah. makan di sini saja. Ambil rokok di warung kita, nanti dia jadi penjual Narkoba pula” (haha)

Begitulah bentuk perhatiannya kepada saya yang juga memperjuangkan nasib adiknya untuk menggugat SK cpns nya yang di makan setan pada tahun 2007 dulu.

Kembali ke kasus mereka, begini kura-kura cerita yang dapat saya bagikan ke pembaca. Kemarin keluarga ini makan Besar. Mereka masak Pindang Ikan Toman. Kalau Jenderal Tito (Kapolri) suka makan Pindang Ikan Tapah seperti berita di Jpnn. Saya suka Pindang Toman saja. Singkatnya di undanglah saya makan malam di rumahnya. Selesai makan kami ngobrol santai sembari saya tanyakan.

Saya : Bang gimana hasil lomba Perahu Naga Tingkat Nasional Di Kepulauan Riau. Tanjung Pinang?

Raden : “Cuma Juara DUA adinda”

Saya : Keren tu. Berapa hadianya. Dan sudah bertemu pejabat Kota Jambi kah buat selfie gitu?

Raden : “Nah kepalang kau lah Ngomong itu lis. Coba bantu abang. Abang sudah laporkan ini ke Dispora dan Ajudan Walikota. Berkirim surat pun sudah. Tapi sampai berapa bulan ini tidak ada respon sama sekali. Dulu pernah Abang datang. Ajudan bilang, Pak Wali Ada Acara di Damkar abang di suruh susul ke sana. Abang susul. Sekali sampai disana sudah menunggu lama pula, katanya di rumah dinas saja jangan kan 10 menit lama pun tak apa. Bila perlu kita makan malam sekalian sama Walikota”

Saya : Terus-terus?

Raden : “Kagek dulu jangan kau potong, Kutabok kagek kau” (ngerti kan pembaca arti bahasa Indonesia nya). Beliau melanjutkan.

” Abang ini bukan tipe pengemis lis. Melihat diperlakukan seperti itu abang pulanglah dilempar sana sini seperti bola. Dan janji pihak terkait buat nelpon abang supaya abang di pertemukan sama Walikota. Dan jamuan makan yang dijanjikan sampai saat ini tidak terealisasi.

Saya jawab : Cie-cie yang di PHP. Hahaha. “Sabar bang, ini ujian” sembari saya pertegas berapa dapat duit hadiah. Apakah dolar lagi seperti Ivent Internasional mereka di Pelebang Juni tahun lalu dan Pada ivent Internasional di Baijing China pada tahun 2007?

Beliau menjawan “Rupiah Lis”

Saya desak berapa bang? Sebut. “Takut nian dimintain” hahahha.

Beliau menjawab “Juara 2 di Tanjung Pinang itu 40 juta. Karena ada juara juga di nomor perorangan dapat 750 ribu. Jadi total Rp. 40.750.000 setelah di potong pajak kalau tidak salah katanya terima bersih 37.500.000 an begitulah kura-kura.

Perlu saya sampaikan kepada pembaca uang hadiah itu “habiiiis” dilamun ombak bahkan kurang.  Bukan karena di rampok. Tapi untuk kembalikan uang Bininya sebagai biaya operasional ongkos pesawat PP penginapan dan makan. Saya proteslah “Bijimane bisa bang. Kan bawa nama Kota Jambi. Kenapa pakai Biaya Sendiri, kalau begitu ceritanya mending abang bawa Nama Forum Honorer Jambi saja. Kan makin terkenal saya. Hahaha.

Beliau menjawab sambil sedikit ada bulir-bulir Air mata. Pake bahasa Jambi Medok. Tapi saya Indonesiakan saja ya. Begini

” Kami itu lis, berangkat pada waktu itu. Pakai uang ayuk kau (maksudnya Istrinya) Dengan harapan nanti di gantilah dari sponsor, Kota Dalam hal ini. Tapi seperti yang abang ceritakan di atas, itulah realita pemerintah kota terhadap kami, jangankan kembalikan uang operasional kami. Ngajak abang dan pasukan berfoto selfie dan di undang bertemu sebagai bentuk apresiasi saja tidak ada, jangankan mau ngajak makan, apolagi Dispora Kota Jambi mau kasih duit ganti. Sudahlah kau tawarkan jual baelah medali dan plakat juara ini, pening palak Abang. Ayuk kau ni nagih duitnyo terus”

Begitu curhatnya pada saya di malam minggu itu. Walaupun status dia Abang. Saya nasihati beliau. “Bang jiwa patriot abang aku jempol. Semangat abang untuk membela Jambi dan mengharumkan Indonesia aku juga kasih Jempol. Tapi jangan ulangi lagi bang kekonyolan itu. Untung kemarin abang menang, kalau kalah, abang balik ke Jambi bagaimana? Jalan kaki?
Suruh saya nelpon Jokowi minta ongkos pulang?
Tidak begitu bang !
Bersyukurlah abang di Kasih Tuhan menang kemarin. Kalau tidak, ga bisa pulang Abang. Karena Kepulauan Riau dan Jambi dipisahkan lautan berjalan kaki bukan opsi. Berenang bukan pilihan. Baleklah abang Berdayung sampan ke kota Jambi. Ngerti ora son? Tutup saya padanya

Beliau hanya menjawab :
Berhentilah kau ceramah tu, yang perlu kau tahu. Langkah gila itu abang ambil, sebagai pemacu semangat anak buah abang. Jadi sebelum berangkat mereka sudah di doktin “Harus menang, jika mau pulang”

Sudahlah stop ceramah kau itu. Kau tolong temukan Abang sama Walikota Jambi. Macam mana caranya abang dak mau tahu. Pokoknya ketemu Walikota. Dan duit ayuk kau tu bisa balik, paling tidak kota carikan sponsor kalau memang kota dak ado dana” begitu perintah beliau.

“Siaap bang” itu tutup saya. Walau dalam hati sumpah saya bingung mau dimulai dari mana. Ya memang kalau Gubernur Zumi Zola sudah beberapa kali bertemu saya. Nah Walikota sumpah saya tidak mengenal bertemu juga tidak pernah. Karena saya itu Honorernya di Pemprov Jambi bukan Pemkot Jambi. Tapi sudahlah, saya iyakan saja dan menjanjikan akan “tolelet” Walikota di Media Sosial, karena beliau cukup aktif di Instagram dan saya janji akan tulis di seword. Pada abang saya itu.  Supaya Indonesia tahu. Presiden tahu. Menpora tahu. Gubernur tahu, bahwa ada tim dayung tingkat Internasional di Kota Jambi yang kaya Prestasi sampai Ivent Internasional tapi miskin Apresiasi. Bukan saja dari pemerintah Kota. Tapi Dari Kementerian terkait Misal Menteri Olahraga dan Menteri Pariwisata. Karena kata abang saya ini, dulu waktu dia juara Umum di Palembang Dia foto Bersama Menteri Pariwisata.

Ini foto piala juara umum mereka di Palembang. Pialanya banyak karena di tiap etape ada piala dan mereka Juara Umum. Keren bukan?

Langkah pertama saya postinglah foto saya bareng bang Raden dan mention ke Pak Walikota Jambi. Syarif Fasya dengan dialektika sederhana. Ini dialektika nya :

Assalamualaikum Wr Wb

Salam sejahtera untuk kita semua. Tetaplah berpelukan dalam perbedaan, jangan lelah mencintai Indonesia. Jangan jadikan perbedaan sebagai bibit perpecahan tapi jadikan keberagaman sebagai modal kekuatan untuk kita, bahwa dengan Bhineka kita Tunggal Ika. Merdeka

Nama saya Yolis Suhadi. Pekerjaan saya Honorer di Setda Provinsi Jambi. Sekaligus kordinator Forum Honorer Setda Provinsi Jambi.

Jadi ceritanya begini Pak.
Saya bisa tidak ketemu Bapak besok ?
Tujuan ingin “tabayun” atas penyampaian Tim atlet Perahu Dragonboat yang sudah mengharumkan nama Jambi. Tapi terkesan di abaikan oleh pemerintah kota. Prestasi mereka tidak main2 pak. Sampai tingkat Internasionalpun pernah. Terbaru mereka juara Dua tingkat Nasional Di Tanjung Pinang Kepri. Sementara Dispora Kota seperti abai saja. Jangankan memberikan pembiayaan atau pendampingan. Di ajak makan-makanpun tidak sebagai Apresiasi kepada mereka.

Mereka sudah memasukkan surat untuk ketemu Bapak, tapi sampai detik ini no respon dari Pemkot. Saya yakin mungkin surat mereka sedang nyangkut saja. Makanya belum sampai ketangan Bapak.

Karena saya yakin Bapak Pemimpin yang cukup aktif di media sosial. Makanya hal ini saya sampaikan di sini.

Mereka meminta saya menuliskan kisah heroik mereka di kancah nasional dan internasional itu di artikel saya di seword.com
Tujuannya supaya mereka mendapatkan perhatianlah dari pemerintah Kota Jambi dan Bapak Walikota Khususnya. Tapi belum saya tulis. Karena hal ini perlu saya sampaikan dulu kepada Bapak.

Jika Bapak berkenan, sampaikan no ajudan Bapak yang bisa saya hubungi

Terima Kasih
Wasalam.

Kesimpulan dan penutup.

Dalam hal ini tidak maksud saya membuat gaduh kota ini. Apalagi mencari gara-gara sama Walikota. Siapalah saya cuma seorang Honorer saja.  Tidak, sumpah bukan itu tujuan saya. Apa yang saya lakukan ini adalah usaha saya membantu Abang saya dan Tim Dayung nya untuk mendapatkan apresiasi dari pihak terkait. Tidak hanya Walikota. Bahkan Gubernur Jambi pun perlu memberikan Apresiasi kepada Mereka Karena dengan Prestasi mereka di kancah Nasional itu, orang akan melihat Jambi secara keseluruhan bukan hanya kota Jambi.

Tidak berhenti disini saja, bahkan Presiden Jokowi-pun perlu menurut saya mengapresiasi mereka. Toch mereka Pernah mengharumkan Nama Indonesia di Beijing China (Sekarang Tiongkok) Jangan nanti kalau mereka ini sudah di Ambil China untuk mewakili mereka di Ivent Internasional barulah Bangsa ini ribuuut tiada hentinya dengan tema ” Baru di Era Jokowi, Cina sudah mengambil atlet dayung kita, ini pelecehan terhadap Negara dasar Cina Aseng Asong” itu kan nanti kemunginan  yang bakal terjadi, belajarlah dari kasus Pulau Sipadan dan Ligitan yang di cuekin lalu di ambil orang. Jangan sampai atlet kita ini di klaim mewakili Negara lain. Karena mereka atlet dayung ini juga merupakam aset Negara, sama seperti pulau terluar kita. Harus dapat perhatian dari Negara.

Pak Walikota, saya tegaskan di sini apa yang saya lakukan adalah upaya saya memeluk Bapak dengan mesra. Bukan mencari gara-gara saya yakin Baoak orang baik. Ajudan Bapak saja yang kurang peka untuk menyampaikan ini kepada Bapak. Sehingga surat Mereka nyangkut entah kemana.  Itu saja menurut saya.

Jangan pula ada pihak yang mengatakan saya ingin cari pengaruh untuk bertarung melawan Bapak Walikota di Pilkada Kota Jambi tahun depan. Tidak. Siapalah saya cuma Honorer. Tidak akan tercatat dalam sejarah Honorer Jadi Walikota. Kalau jadi Menteri mungkin iya. Hahaha. Siapa tahu kan Jokowi pusing dengan saya bongkar-bkngkar kasus Honorer di artikel saya beliau khilaf copot Menpan yang sekarang dan menggantikannya dengan saya. Bisa jadi, kan Jabatan Menteri Hak Prerogatif Tuhan dan Presiden. Kalau Walikota kan harus didukung Partai Politik dan di coblos rakyat.

Semoga para pihak terkait yang membaca artikel ini dapat menghargai  pejuang di dunia olahraga ini, supaya anak cucu kita lebih mencintai olahraga. Dan tidak terjebak akan Narkoba. (cocok saya ini jadi duta BNN dari Pada Sonya Depari,  haha)

Cerita unik kata Bang Raden Waktu dia Menang di Baijing atau Palembang yang level internasional mereka kan dapat hadiah dolar. Yang di Rupiah kan itu sekitar 150 Juta pihak Bank Kaget, karena abang saya itu tak ada tampang punya dolar sebanyak itu, tapi setelah diperlihatkan sertifikat juara baru pihak Bank percaya.
Pemerintah kota dalam hal ini juga saya minta seriuslah menangani mereka dan jangan bercanda. Karena abang saya bilang waktu tarung di Palembang. Kabupaten di Provinsi Jambi yang ikut, itu di dampingi Pemkabnya yakni Batanghari, Merangin dan Sarolangun. Masa pemerintah kota tidak malu sama kabupaten. Masa yang mendampingi Tim Dragonboat Kota Jambi itu hanya Istri Bang Raden Ishak. “Apa kata dunia”

Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat kepada kita semua. Dan semoga bangsa ini lebih menghargai atletnya kedepan. Untuk Bapak Presiden semoga kiranya bapak membaca cerita ini dan berkenan memerintahkan menteri terkait untuk lebih memperhatikan mereka. Dan perintahkan Menteri keuangan ibu Sri Mulyani untuk mengganti uang Istri banh Raden Ishak. “kasian itu Bang Raden Ishak tidur di luar kamar beberapa bulan ini”

Dan semoga surat saya tentang permohonan minum teh Bareng Presiden untuk masalah honorer segera di respon dan tidak ditolak demgan alassn Presiden sibuk lalu di alihkan ke Kemenpan seperti surat saya tahun lalu. Karena perlu saya laporkan Ke Bapak. Menpan tidak pernah Panggil saya terkait surat saya itu. Bapak Presiden pecat saja itu orang kemenpan yang tidak mengindahkan Perintah Bapak terkait surat saya itu.

Catatan : semoga Walikota membaca ini dan memanggil mereka ke Rumah Dinas Walikota. Dengan Harapan saya di ajak juga. Ya itung-itung di ajak makan Gratis haha

Wasalam suara Honorer

Yolis Syalala

Klik ini untuk tulisan saya lainnya :Aluna Anak Saya Botak



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *