Tommy Suharto For Presiden 2019, The Next Kim Jong Un?


Belum ada pernyataan resmi dari Hutomo Mandala Putra, atau yang lebih dikenal dengan nama Tommy Suharto, mengenai ketertarikannya maju sebagai calon persiden pada pemilu 2019. Namun gonjang-ganjing mengenai hal itu semakin terdengar nyaring. Apakah gosip ini hanya sekedar gosip murahan yang kemudian akan hilang ditelan waktu? Ataukah memang wacana ini sebagai bagian dari strategi awal mengenalkan kembali Tommy ke masyarakat luas. Maklum, masyarakat sudah mulai lupa pada sosok anak mantan diktator yang 32 berkuasa di Indonesia ini.

Adalah Partai Parsindo atau Partai Swara Rakyat Indonesia yang menghembuskan wacana untuk mengusung Tommy sebagai calon presiden pada pemilu 2019. Partai yang sedang menjalani verifikasi faktual di komisi pemilihan Umum (KPU ini, bersama Partai Berkarya akan mengusung Tommy Suharto pada gelaran pemilu 2019. Tommy sendiri turut serta membidani lahirnya Partai Berkarya, yang mendapatkan SK Menkumham nomor: M.HH-20.AH.11.01 Tahun 2016. Partai Berkarya sendiri merupakan gabungan dari Partai Nasional Republik dan Partai Beringin Karya. Tommy menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai ini.

Mungkinkah Tommy Suharto calon Presiden 2019?

Memang masih terlalu dini bagi Tommy untuk mendeklarasikan diri untuk ikut bertarung dalam Pilpres 2019. Tetapi jika Tommy serius untuk turut serta memeriahkan bursa calon presiden pada 2019, seharusnya dia sudah mulai ancang-ancang mempersiapkan strategi perang. Nah, mungkinkan wacana Tommy for presiden 2019 yang digaungkan saat ini adalah bagian dari keseriusan partai pengusung dan Tommy untuk nanti maju mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2019? Mungkin saja.

Strategi mengenalkan kembali Tommy ke masyarakat luas memang strategi awal yang bisa kita lihat saat ini. Tommy memang sedang banyak menampilkan diri ke publik. Di tambah pula Tommy sudah mulai aktif terlibat lebih intens dalam dinamika politik Indonesia saat ini, khususnya di pada Pilkada DKI Jakarta. Tommy mendeklarasikan diri mendukung calon gubernur DKI Jakarta nomer urut 3 Anis- Sandi. Di tambah pula isu keterlibatannya pada kasus Makar yang menjerat sejumlah tokoh.

Jika Tommy sudah mempersiapkan diri dan kendaraan politiknya sedari saat ini, itu berarti Tommy serius ingin meneruskan cita-cita ayahnya yang belum tercapai sebagai presiden.

Jadi sangat mungkin Tommy Suharto akan maju meramaikan bursa calon presiden 2019 mendatang. Lalu siapa pemilihnya? Siapapun itu yang pasti adalah mereka yang merindukan ‘tangan besi” Suharto. Yang merasa hidup di jaman Suharto lebih baik, seperti Tengku Zulkarnain. Orang-orang seperti Tengkulah yang akan memilih Tommy dan sebagian massa dari parta Golkar yang ingin bernostalgia dengan “Suharto”. Karena tak bisa dipungkiri, Tommy juga besar dalam partai Golkar. Dan Golkar sendiri adalah representatif dari Suharto kala itu. Tetapi ini semua nanti tergantung pada partai apa saja yang akan mengusung Tommy sebagai calon presiden 2019.

Tommy Suharto Jadi Presiden, Indonesia kembali ke orde baru dan Jadi Korea Utara

Bagi saya, di tangan Tommy Indonesia akan dibawanya mundur ke jaman ayahandanya, Suharto. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah pepatah yang tepat mengambarkan sosok Tommy Suharto dengan Suharto, ayahnya. Gaya kepemimpinan Tommy tidak akan jauh dari gaya kepemimpinan ayahnya.

Seperti Kim Jong Un, suksesor Kim Jong Il. Keduanya pemimpin yang otoriter. Bahkan lebih buruk kepemimpinan Jong Un. Pamannya saja dibunuh. Juga bibinya ia racun karena “cerewet” setelah Jong Un bunuh pamannya karena diduga hendak melakukan kudeta. Menhan Korea Utara ini lebih tragis lagi. Ia di bunuh menggunakan senjata anti serangan udara, hanya karena tertidur dalam sebuah acara resmi yang dihadiri Kim Jong Un. Apalagi warga sipil biasa yang tidak ada hubungan darah dengannya. Pembaca juga tentu tahu situasi di Korea Utara. Begitu diktatornya Jong Un. Hidup seenaknya di tengah kemiskinan yang melanda Korea Utara di bawah komandonya.

Berbahaya jika Tommy menjadi presiden Indonesia kelak. Ia adalah seorang mantan narapidana untuk kasus pembunuhan berencana Hakim Agung Syafiudin Kartasasmita. Ini bukan pembunuhan biasa yang tidak disengaja. Seperti anak Hatta Rajasa yang pulang subuh kemudian kecelakaan dan menewaskan orang lain. Dan kemudian dihukum penjara 5 bulan saja. Bukan seperti itu. Kasus Tommy ini adalah pembunuhan berencana bermotifkan dendam. Bayangkan saja, Tommy, warga biasa, dendam sama orang, terus orang itu dibunuh. Kalau sudah jadi presiden yang kuasa dalam gengaman? Bayangkan sendiri deh ngerinya kayak apa. Bisa-bisa orang yang membangkang bisa langsung di dorrr di tempat. Ya, Indonesia jadi Korea Utara kedua. Dengan Tommy Suharto sebagai Kim Jong Un. Asekkkk…tarikkk mangg…

Korupsi mah bakal gila-gilaan, terstruktur, masif, dan sistematis. Bayangkan juga, masih jadi warga biasa saja sudah korupsi. Apalagi ntar kalau jadi presiden dan akses korupsi makin gampang. Dalih proyek sana sini, ijin sana sini. Tinggal kong kalikong sama bawahan, sama oknum DPR, swasta. Siplahh…

Kasus Tommy bermula dari kasus korupsi PT Goro Batara Sakti (GBS) dan Bulog yang melibatkan Tommy. Oleh Hakim Agung Mahkamah Agung, Syaifiudin Kartasasmita memvonis bersalah Tommy. Ia dituntut 18 bulan penjara dan ganti rugi 30 miliar.

Tommy berhasil kabur dari penjara dan kemudian mengutus suruhannya membunuh Hakim Agung Syaifiudin Kartasasmita. Tommy juga menjadi tersangka atas beberapa kasus peledakan bom di Jakarta.

Dua orang suruhanya yang membunuh Hakim Agung Syaifiudin Kartasasmita divonis seumur hidup. Tetapi Tommy sebagai otak dari pembunuhan hanya di ganjar hukuman penjara 15 tahun oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Namun realitanya adalah Tommy hanya kurang lebih 5 tahun saja mendekam di penjara. Sisanya menguap karena aura Suharto yang melekat dalam dirinya. Tommy bahkan di istimewakan dengan boleh keluar masuk penjara sesuka hati, plesir sana sini, dan dapat remisi 5 bulan setiap tahun. Hukuman penjara yang semula 15 tahun jadi hanya 5 tahun saja. Luar biasa kehebatan dan kekuasaan seorang Tommy Suharto.

Masih ingin Tommy jadi Presiden Indonesia? Hanya menjadi warga biasa saja Tommy sudah sedemikian berkuasa mempermainkan hukum. Uang dan aura orde lama Suharto yang dimiliki dan melekat dalam diri Tommy masih begitu ditakuti oleh hukum dan pemangkunya hingga saat ini.

Belum jadi apa-apa saja Tommy sudah melakukan tindak korupsi dan pembunuhan. Apalagi nanti kalau beneran menjadi orang nomor satu negeri ini. Siapapun yang berseberangan dengannya pasti akan ‘susah hidupnya’. Tommy akan melakukan persis seperti yang dilakukan ayahnya, Suharto, mengontrol segala hal. Semua harus sesuai seleranya. Berani lawan Tommy kalau dia jadi presiden? Bisa tinggal nama lu, jon. Saya sih takut. Sayang nyawa bro.. Diam saja dan tidak pilih dia jadi presiden.

Di tangan Tommy sebagai presiden, Indonesia kembali ke orde baru. Itu berarti selamat datang kembali “Suharto”. Selamat tinggal kebebasan. Dan taraaa…Indonesia dipimpin oleh mantan napi dan mantan koruptor.

Tommy Suharto jadi Presiden Indonesia 2019, kelar hidup loe, coeng!

 

Sumber:

https://m.tempo.co/read/news/2001/10/01/06310122/kronologi-kasus-tommy-soeharto

http://news.detik.com/berita/701098/duhhh-enaknya-jadi-tommy

https://m.merdeka.com/peristiwa/cerita-tim-kobra-polisi-tangkap-tommy-soeharto.html

https://m.tempo.co/read/news/2017/03/13/078855276/tommy-soeharto-calon-presiden-2019-dua-partai-akan-berkoalisi

http://makassar.tribunnews.com/2015/12/29/parsindo-deklarasi-tommy-soeharto-untuk-capres-2019

http://wow.tribunnews.com/2017/03/15/rekam-jejak-tommy-soeharto-putra-cendana-yang-ingin-ikuti-ayahnya-di-dunia-politik

http://internasional.kompas.com/read/2015/05/13/16574091/Tertidur.dalam.Acara.Resmi.Menhan.Korea.Utara.Dihukum.Mati

https://m.tempo.co/read/news/2015/05/12/118665584/setelah-bunuh-paman-kim-jong-un-racun-bibinya

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/03/26/11124620/Akhir.Kisah.Kecelakaan.Sang.Anak.Menteri



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *