Jokowi Siapkan Ancang-ancang Ekonomi Tumbuh 6% di 2018



Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyiapkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 lebih cepat. Ini tidak lain karena Jokowi ingin mengejar pertumbuhan ekonomi 6% di 2018.

Hal ini disampaikan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, usai dipanggil oleh Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/2/2017).

“Supaya di 2018 kan di RKAP itu sudah digariskan angkanya kira-kira 6,1%,” ungkap Darmin.

Dalam rinciannya, asumsi tersebut berdasarkan sisi permintaan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,4%, konsumsi pemerintah 4,3% dan investasi 8%. Selanjutnya ekspor diasumsikan tumbuh 0,6% dan impor 0,9%.

Agar target tersebut bisa tercapai, maka harus ada beberapa kebijakan yang dimulai pada tahun ini.

“Fokus diskusinya itu adalah apa saja yang harus dilakukan pemerintah segera dalam tahun ini kebijakan yang bisa dimulai dalam jangka pendek untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang sudah dicapai 5,02% di tahun 2016, nah berapa di tahun 2017 dan 2018,” paparnya.

Sisi APBN menjadi sangat penting. Ekonomi 2016 sedikit terhambat karena perencanaan APBN yang tidak matang, sehingga mengakibatkan adanya pemangkasan anggaran belanja negara pada pertengahan tahun.

“Bagaimana supaya APBN dampaknya di 2017 itu positif terhadap pertumbuhan. Kan 2016 memang dia dampaknya tidak positif karena ada pemotongan anggaran, karena memang situasi APBN-nya tidak bagus,” jelas Darmin.

Pemerintah inginkan ekspor memberikan konstribusi besar terhadap perekonomian nasional. Salah satunya adalah optimalisasi ke pasar-pasar non tradisional. Di antaranya adalah India, Pakistan, Iran, Nigeria, Afrika Selatan, dan negara lain yang penduduknya di atas 50 juta orang.

“Penghasilannya cukup baik, tidak ada yang di bawah kita. Kemudian pertumbuhannya juga baik, itu artinya kita punya potensi untuk mengembangkan ekspor yang baru, bukan sekadar yang ada. sehingga kita bisa lebih cepat memperbaiki ekspor kita,” jelasnya.

Pada APBN 2017 dicantumkan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,1%, atau di bawah kecenderungan para analis dan lembaga internasional yang memproyeksi ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3%. Darmin melihat ada potensi yang lebih besar.

“Kita masih percaya bahwa pertumbuhan di 2017 itu akan lebih baik, tidak sekedar baseline seperti yang dituangkan di dalam APBN. Anda tahu kan baseline-nya 5,1%. Kita melihat dia bisa bergerak di antara 5,4 – 5,7%, bahkan 5,8% di antara itu. Sehingga di 2018 cukup menjadi dasar mencapai pertumbuhan 6,1%,” pungkasnya. (mkj/mkj)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *