Sri Mulyani ke Alumni LPDP: Jangan Biasa Saja Kalau RI Ditertawakan



Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani malam ini menghadiri pertemuan dengan para alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Acara ini dihadiri lebih dari 1.101 alumni penerima beasiswa LPDP di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengingatkan bahwa sebagai alumni LPDP, maka janganlah menjadi warga yang biasa-biasa saja. Apalagi ketika negara ini ditertawakan oleh siapapun di dunia ini.

“Jangan merasa biasa-biasa saja kalau republik kita ditertawakan, tersinggung dan fight back dengan segala upaya. Tunjukkan Indonesia negara besar yang punya martabat,” ungkapnya dalam acara Welcoming Alumni LPDP 2017 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (6/2/2017).

Indonesia memiliki modal untuk menjadi negara maju. Ada banyak orang yang bisa optimalkan bidang seni, ekonomi, ahli teknologi, kedokteran bahkan militer. Sekarang, kata Sri Mulyani tidak hanya punya satu orang BJ Habibie.

“Kalau punya lebih dari 16.000 orang sehebat Prof Dr Habibie akan berikan banyak sekali ide kepada masyarakat generasi mendatang bahwa negara ini memang memiliki masa depan yang baik,” ujarnya.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa dana yang dialokasikan untuk beasiswa LPDP berasal dari pajak. Bukan dari utang, melainkan dari keringat rakyat Indonesia yang menyetorkan pajaknya ke negara.

“Uang LPDP berasal murni dari LPDP, bukan dari utang, dari keringat rakyat,” kata Sri Mulyani.

“Anda dibiayai dari uang pajak yang dibayarkan oleh rakyat Republik Indonesia untuk bangun Republik Indonesia,” tambah Sri Mulyani.

Ia juga mengatakan betapa beruntungnya mereka yang berhasil menerima beasiswa LPDP. Pencapaian tersebut merupakan fasilitas yang diberikan negara kepada mereka untuk meningkatkan kualitas SDM.

Sri Mulyani bahkan mengutip Presiden Amerika Serikat (AS) ke-35 John F Kennedy.

“Jangan bertanya apa yang negara bisa lakukan untuk saya, tapi apa yang saya bisa lakukan untuk negara. Itu pernyataan Peesiden Kennedy,” kata Sri Mulyani.

Mengutip pernyataan tersebut, Sri Mulyani menyebutkan bahwa hal itu tidak pas untuk para awardee LPDP. Untuk para penerima beasiswa LPDP, negara memberikan beasiswa terlebih dulu.

Namun, mereka yang sudah menyelesaikan studinya diminta untuk mengabdi di Indonesia.

“Tidak dalam bentuk rupiah tapi kesempatan untuk bisa mengembangkan diri dan pendidikan di atas rata-rata masyarakat Indonesia,” ujar Sri Mulyani. (mkj/mkj)



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *