Pemerintah Gelontorkan KUR Rp110 Triliun Tahun Ini


Jumlah itu meningkat Rp10 triliun dari target sebelumnya dalam APBN-P.


VIVA.co.id – Pemerintah memutuskan untuk meningkatkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp10 triliun. Peningkatan tersebut membuat gelontoran KUR yang akan diberikan pemerintah pada tahun ini mencapai Rp110 triliun.


Sebelumnya, target KUR dipatok Rp100 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P).


Deputi Kebijakan Ekonomi Makro Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menjelaskan, pemerintah memiliki alasan tersendiri menaikkan penyaluran KUR tahun ini, meskipun realisasi penyaluran KUR hingga akhir tahun lalu hanya mencapai Rp94,4 triliun.


“Kami mengutamakan kualitas kredit yang diberikan. Sekaligus supaya memperluas jangkauan penyaluran KUR,” ujar Iskandar saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat, 20 Januari 2017.


Menurut dia, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, pun telah memberikan instruksi kepada perbankan nasional bahwa penyaluran KUR harus diberikan kepada sektor-sektor produktif. Mayoritas penyaluran KUR pada tahun lalu justru lebih banyak diterima oleh sektor perdagangan.


Tercatat hingga akhir tahun lalu, penyaluran KUR kepada sektor perdagangan mencapai 66 persen, sedangkan sektor produktif mencapai 17 persen. Pemerintah, kata Iskandar, ingin KUR disalurkan kepada sektor produktif lainnya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


“Kami progresif tahun ini, karena ingin mendorong pertanian, sektor produksi perikanan. Ini tujuan kami supaya ekonomi kerakyatan yang kita dengung-dengungkan bisa percepat pencapaiannya,” katanya.


Meskipun gelontoran KUR pada tahun ini meningkat menjadi Rp110 triliun, dia menegaskan, bunga KUR tetap di level sembilan persen. Pemerintah pun berkomitmen untuk meningkatkan kemudahan akses KUR bagi seluruh elemen masyarakat.


“Pengalaman saya, ternyata kecepatan akses itu menentukan seseorang mengajukan kredit. Belum tentu bunga rendah, kalau lama prosesnya orang tidak akan mau ambil kredit. Maka dalam rapat, kami arahkan bank bisa percepat akses pemberian kredit,” ujarnya. (art)














BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Load More…



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *