Ketika Warnet seakan Menjadi Tempat Perjudian


“Jikalau anak kecil tiap harinya melihat pemuda berjudi seolah-olah mereka kaya karena hal itu, maka akan jadi apa generasi selanjutnya?”

Warung Internet atau yang dikenal dengan warnet merupakan tempat untuk melakukan aktifitas baik mencari informasi, bermain game online atau hal lainnya yang berkaitan dengan komputer dan internet. Cukup banyak masyarakat yang menggunakan layanan warnet bahkan tidak sedikit anak kecil yang bermain bersama teman-temannya sepulang sekolah.

Sisi negatif internet kembali diungkap dengan maraknya perjudian yang memanfaatkan website sehingga bisa diakses oleh siapapun, kapanpun dan darimanapun. Perjudian yang dulu membutuhkan tempat tersembunyi sehingga aman dari pihak berwenang kini sudah sangat berkurang bahkan untuk kota-kota kecil yang sudah dimasuki oleh jaringan internet.

Dengan memanfaatkan internet dan layanan Anjungan Tunai Mandiri atau yang kita kenal dengan ATM kita sudah mampu melakukan perjudian. Hanya perlu mengakses berbagai website yang umumnya memiliki pusat (server) di luar negeri kita sudah dapat melakukan perjudian. Dengan kemudahan inilah warnet masih digandrungi sebagai tempat untuk melakukan perjudian karena di warnet data yang kita akses akan terhapus oleh sistem setiap kita selesai menggunakan atau setelah komputer di restart.

Pemain akan melakukan transfer ke pengelola situs atau dikenal dengan sebutan deposit yang kemudian oleh pengelola situs akan menjadikan jumlah uang tersebut menjadi chips/uang digital. Uang digital tersebut akan digunakan untuk berjudi dengan berbagai macam permainan yang disediakan seperti layaknya perjudian konvensional. Uang digital tersebut dapat ditarik dengan mudahnya sehingga akan kembali menjadi saldo di ATM kita.

Maraknya perjudian dengan memanfaatkan warnet makan akan turut mempengaruhi pengguna lainnya yang berada disana terlebih kebanyakan tipe warnet di Indonesia tidak memiliki sekat yang terlalu menutupi sehingga dengan mudahnya akan terlihat. Anak-anak yang sering bermain di warnet tentu dapat mengamati apa yang dilakukan oleh penjudi.

Jika tiap harinya anak tersebut melihat para penjudi di warnet tiap harinya seakan-akan mereka menghasilkan uang dari hal tersebut bukan tidak mungkin mereka akan melakukan perjudian juga terlebih sudah banyak anak SMA yang turut melakukan perjudian dengan meminjam rekening/kartu ATM orang tuanya.

Tidak sedikit warnet yang memasang pemberitahuan bahwa pengunjung tidak boleh mengakses situs-situs yang mengarah ke pornografi dan perjudian, namun hal tersebut tetap dihiraukan oleh mereka toh pengelola warnet hanya diam saja dan membiarkan. Apabila hal ini terus-menerus terjadi bukan tidak mungkin generasi muda akan terpengaruh dan terkontaminasi oleh perjudian terlebih Indonesia Emas 2045 akan menjadi titik balik apakah keberhasilan ataukah kehancuran yang akan didapat.



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Fatal error: Uncaught exception 'wfWAFStorageFileException' with message 'Unable to verify temporary file contents for atomic writing.' in /home/indone24/beritain.online/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php:46 Stack trace: #0 /home/indone24/beritain.online/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php(567): wfWAFStorageFile::atomicFilePutContents('/home/indone24/...', '<?php exit('Acc...') #1 [internal function]: wfWAFStorageFile->saveConfig() #2 {main} thrown in /home/indone24/beritain.online/wp-content/plugins/wordfence/vendor/wordfence/wf-waf/src/lib/storage/file.php on line 46