Indeks utama Wall Street ditutup pada rekor tertinggi pada Black Friday


New York (ANTARA News) – Tiga indeks utama bursa Wall Street ditutup pada rekor teringgi pada Jumat, didorong kenaikan saham-saham sektor bahan pokok dan teknologi karena investor berburu saham murah ditengah rally pascapemilu.

Pasar saham ditutup lebih awal untuk Black Friday, hari setelah Hari Thanksgiving di AS, sementara volume perdagangan tipis.

Tiga indeks utama ditutup lebih tinggi untuk minggu ketiga berturut-turut, memperpanjang reli sejak pemilu AS. Indeks S&P 500 menandai rekor penutupan ketujuh sejak 8 November.

Sektor kebutuhan pokok konsumen memberi dorongan terbesar bagi kenaikan S&P 500, ditutup naik 0,79 persen, dipimpin oleh kenaikan Procter & Gamble dan Coca-Cola.

“Orang-orang mencari nilai di pasar. Sementara banyak saham telah menguat cukup cepat, investor mencari beberapa nama yang terlupakan pada reli,” kata Andre Bakhos, managing director Janlyn Capital di Bernardsville, New Jersey.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 68,96 poin, atau 0,36 persen, ke 19.152,14.

S&P 500 naik 8,63 poin, atau 0,39 persen, menjadi 2.213,35 dan Nasdaq Composite menguat 18,24 poin, atau 0,34 persen menjadi 5.398,92.

Untuk minggu ini, Dow dan Nasdaq naik 1,5 persen dan S&P 500 naik 1,4 persen.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P ditutup lebih tinggi pada Jumat, dipimpin oleh kenaikan 1,43 persen pada sektor utilitas.

Sektor teknologi naik 0,37 persen, didorong oleh Cisco dan Apple.

Sektor energi ditutup turun 0,39 persen, karena penurunan 2,8 persen pada harga minyak ditengah ketidakpastian bahwa OPEC akan sampai pada suatu keputusan untuk mengurangi produksi pada pertemuan minggu depan.

Johnson & Johnson ditutup naik sekitar 1 persen setelah perusahaan menegaskan bahwa pesuahaan sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi perusahaan bioteknologi Swiss Actelion.

Sekitar 2,96 miliar saham berpindah tangan di bursa AS pada hari Jumat dibandingkan dengan 7,88 miliar rata-rata selama 20 sesi terakhir.

Indeks S&P 500 membukukan 46 tertinggi tertinggi baru 52-minggu dan tidak ada terendah baru, sedangkan Nasdaq mencaatkan 276 tertinggi baru dan 12 terendah baru, demikian dilaporkan Reuters.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2016



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *