Kata Jemaah Haji RI Soal Tenda di Arafah

VIVA.co.id – Sebagian besar jemaah haji Indonesia sudah mulai berdatangan ke Arafah. Jemaah tiba dari Mekah secara bergelombang sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Sabtu 10 September 2016, kemarin.


Jemaah yang sudah tiba, sebagian di antaranya beristirahat di tenda. Tidak sedikit yang membaca Al-Quran, berdoa, dan berzikir. Kumandang talbiyah juga terdengar di beberapa tenda.


Dalam pantauan tim Media Center Haji, fasilitas tenda jemaah tahun ini cukup baik, water fan yang dijanjikan muassasah dan pengurus maktab juga sudah terpasang dan berfungsi baik.


Fasilitas lain seperti toilet pun cukup bersih. Air juga terpasok dengan baik. Demikian juga dengan layanan makan dan minum.


Suwarno, jemaah asal Kloter 40 embarkasi Surabaya (SUB 40) mengatakan, awalnya jemaah merasakan panas saat memasuki  tenda di Arafah. Namun, kondisi itu dianggap wajar karena jemaah masih butuh penyesuaian.


“Tapi sekarang sudah sejuk karena ada water fan, Alhamdulillah,” ujar Suwarno di Padang Arafah, Sabtu 10 September 2016.


Suwarno juga mengatakan, jemaah kini mendapatkan makan empat kali. Air minum dalam kemasan juga diberikan empat kali.Mau bik “in teh, kopi juga bisa,” ujarnya.


Jamal, jemaah satu kloter dengan Suwarno mengomentari fasilitas toilet yang cukup bersih. Pasokan air juga tercukupi dan cukup deras mengalir.


“Kenceng (aliran air) Mas. Bersih (toiletnya). Nggak perlu susah-susah, airnya sudah panas,” tuturnya.


Namun, Romi, jemaah haji Kloter 5 embarkasi Palembang (PLM 5), menyoroti soal pelaksanaan bimbingan ibadah, terutama terkait waktu pergerakan jemaah ke Muzdalifah.


“Kalau soal fasilitas memang sudah bagus, ada peningkatan. Tapi kami ada catatan soal bimbingan ibadah,” kata dia.


Menurut jemaah dari kelompok bimbingan ibadah haji itu, pengalaman 2-3 tahun lalu, pengurus maktab sudah meminta jemaah untuk bergerak ke Muzdalifah. Padahal, menurut Romi, waktu masih sore dan belum terbenam Matahari.


Nah, ini bagaimana. Maktab sudah buru-buru minta kami ke bus untuk berangkat,” kata dia.


Selain itu, Romi menambahkan soal waktu melempar jumrah. Menurut informasi yang diperoleh saat manasik, lempar jumrah setelah pukul 12.00 siang. Tapi, dia melanjutkan, kloternya mendapat jadwal malam hari. “Mungkin ini bisa ditanyakan, apakah ada dasarnya,” ujarnya.

 



Source link

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *